cita-cita menghafal quran

Cita-cita Kami

Ini tentang sebuah cita-cita. Cita-cita yang kami terjemahkan dalam sebuah program. Membentuk generasi intelektual penghafal Quran. Visi besar kami.

Di tempat ini, kebanyakan dari kami adalah mahasiswa. Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Teknik, Ekonomi, MIPA, Hukum, Kedokteran, Komputer, Ilmu Sosial dan Politik, Ilmu Budaya, dan berbagai macam disiplin ilmu lainnya.Ya, di tempat ini terdapat calon arsitek, dokter, engineer, scientist, politisi, jurnalis, ekonom, akuntan, entrepreneur dan berbagai macam profesi pilihan mereka kelak.

Sebelum terjun ke ranah masing-masing, menjadi profesional di bidangnya, kami mencoba bersama-sama memasukkan Quran ke dalam hati. Menginstall Quran ke dalam hati. Dengan cara menjadikan setiap kami penghafal Quran.

Continue reading “Cita-cita Kami” »

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Renungan

What is the most important in your life?

Harta?Jabatan? Pekerjaan? Eksistensi diri? Orang yang dicintai? Keluarga?

Dalam hidup, akan ada hal yang paling kita prioritaskan. Akan ada hal yang mati-matian kita pertahankan. Akan ada pengorbanan-pengorbanan untuk sebuah pilihan yang kita tentukan.

Dan semua tergantung di sisi mana kau dudukkan semua prioritas hidupmu di hatimu. Jika kau dudukkan harta memenuhi sudut hatimu, semua yang kau lakukan akan senantiasa berkutat untuknya. Setiap aktivitas yang kau lakukan akan kau hitung secara matematis untung dan rugi, dan kemudian kau kalkulasikan ke dalam rupiah demi rupiah yang mungkin bisa kau dapatkan.

Jika kau dudukkan jabatan dan pekerjaan menuhi sudut hatimu, kau akan terus menerus berfikir tentang pekerjaan. Baik yang sudah kau lakukan maupun yang belum kau lakukan. Kau akan sibuk memikirkan berbagai cara untuk meraih jabatan yang paling kau inginkan. Dengan cara yang mungkin tidak ahsan.

Jika kau dudukkan eksistensi diri sebagai hal paling penting dalam hidupmu, kau akan sibuk mencari cara supaya orang mengenalmu. Semua kebaikan yang kau lakukan semata supaya orang tahu keberadaanmu. Membuktiikan keakuan. Bahwa saya orang hebat. Bisa bermanfaat untuk orang banyak. Tak menyadari bahwa amalan dan lelahmu justru bernilai sia-sia karenanya.

Jika kau dudukkan orang yang kau cintai memenuhi seluruh hatimu, kau tak peduli jika orang itu mengajakmu bermaksiat. Melakukan aktivitas-aktivitas yang belum tentu ada kebaikan. Yang mungkin menjauhkanmu dari surgaNya.

Kau sudah merasa cukup baik di hadapanNya. Merasa cukup dengan amalan ibadahmu yang sekedarnya kau lakukan. Merasa sudah cukup baik di hadapanNya.

Kau lupa. Bahwa Allah Maha Mengetahui. Tahu betul isi hatimu. Apa yang kau prioritaskan dalam hidupmu. Apa yang memenuhi sudut hatimu. Lisanmu mungkin mengatakan demi ridhaNya. Tapi Allah sungguh Maha Mengetahui semua lintasan dalam pikiranmu. Semua detail isi pikiranmu. Persentase kau mengalokasikan dirimu untuk mengingatNya.

 Kalau mau tahu kedudukanmu di sisi Allah, tengoklah bagaimana kedudukan Allah dalam hatimu. Benarkah kau memenuhi sudut hatimu, isi pikiranmu, untuk mengingatNya? Melakukan sesuatu murni karenaNya? Bersedia mengorbankan apa pun demi ridhaNya?

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More