Renungan

What is the most important in your life?

Harta?Jabatan? Pekerjaan? Eksistensi diri? Orang yang dicintai? Keluarga?

Dalam hidup, akan ada hal yang paling kita prioritaskan. Akan ada hal yang mati-matian kita pertahankan. Akan ada pengorbanan-pengorbanan untuk sebuah pilihan yang kita tentukan.

Dan semua tergantung di sisi mana kau dudukkan semua prioritas hidupmu di hatimu. Jika kau dudukkan harta memenuhi sudut hatimu, semua yang kau lakukan akan senantiasa berkutat untuknya. Setiap aktivitas yang kau lakukan akan kau hitung secara matematis untung dan rugi, dan kemudian kau kalkulasikan ke dalam rupiah demi rupiah yang mungkin bisa kau dapatkan.

Jika kau dudukkan jabatan dan pekerjaan menuhi sudut hatimu, kau akan terus menerus berfikir tentang pekerjaan. Baik yang sudah kau lakukan maupun yang belum kau lakukan. Kau akan sibuk memikirkan berbagai cara untuk meraih jabatan yang paling kau inginkan. Dengan cara yang mungkin tidak ahsan.

Jika kau dudukkan eksistensi diri sebagai hal paling penting dalam hidupmu, kau akan sibuk mencari cara supaya orang mengenalmu. Semua kebaikan yang kau lakukan semata supaya orang tahu keberadaanmu. Membuktiikan keakuan. Bahwa saya orang hebat. Bisa bermanfaat untuk orang banyak. Tak menyadari bahwa amalan dan lelahmu justru bernilai sia-sia karenanya.

Jika kau dudukkan orang yang kau cintai memenuhi seluruh hatimu, kau tak peduli jika orang itu mengajakmu bermaksiat. Melakukan aktivitas-aktivitas yang belum tentu ada kebaikan. Yang mungkin menjauhkanmu dari surgaNya.

Kau sudah merasa cukup baik di hadapanNya. Merasa cukup dengan amalan ibadahmu yang sekedarnya kau lakukan. Merasa sudah cukup baik di hadapanNya.

Kau lupa. Bahwa Allah Maha Mengetahui. Tahu betul isi hatimu. Apa yang kau prioritaskan dalam hidupmu. Apa yang memenuhi sudut hatimu. Lisanmu mungkin mengatakan demi ridhaNya. Tapi Allah sungguh Maha Mengetahui semua lintasan dalam pikiranmu. Semua detail isi pikiranmu. Persentase kau mengalokasikan dirimu untuk mengingatNya.

 Kalau mau tahu kedudukanmu di sisi Allah, tengoklah bagaimana kedudukan Allah dalam hatimu. Benarkah kau memenuhi sudut hatimu, isi pikiranmu, untuk mengingatNya? Melakukan sesuatu murni karenaNya? Bersedia mengorbankan apa pun demi ridhaNya?

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>