Nasihat Ustadz Rahmat Abdullah Menjelang Ramadhan

Tak pernah air melawan qudrat yang Allah ciptakan untuknya, mencari dataran rendah, menjadi semakin kuat ketika dibendung dan menjadi nyawa kehidupan. Lidah api selalu menjulang dan udara selalu mencari daerah minimum dari kawasan maksimum, angin pun berhembus.

Edaran yang pasti pada keluarga galaksi, membuat manusia dapat membuat mesin pengukur waktu, menulis sejarah, catatan musim dan penanggalan. Semua bergerak dalam harmoni yang menakjubkan. Ruh pun dengan karakternya sebagai ciptaan Allah menerobos kesulitan mengaktualisasikan dirinya yang klasik saat tarikan gravitasi “bumi jasadâ” memberatkan penjelajahannya menembus hambatan dan badai cakrawala.

Kini di bulan ini ia jadi begitu ringan, menjelajah langit ruhani. Carilah bulan di luar Ramadhan saat orang dapat mengkhatamkan tilawah satu, dua, tiga sampai empat kali dalam sebulan. Carilah momentum saat orang berdiri lama di malam hari menyelesaikan sebelas atau dua puluh tiga rakaat.

Carilah musim kebajikan saat orang begitu santainya melepaskan ular harta yang membelitnya. Inilah momen yang membuka seluas-luasnya kesempatan ruh mengeksiskan dirinya dan mendekap erat-erat fitrah dan karakternya.

Marhaban ya Syahra Ramadhan
Marhaban Syahra Shiyami
Marhaban ya Syahra Ramadhan
Marhaban Syahra Qiyam

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>