tumblr_niekydTruH1txr25ho1_1280

4 Macam Waswas Syaitan Pada Ahlul Quran

“Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl [16]:98)

Dari kesimpulan penafsiran Imam Ibnul Qayyim terhadap ayat di atas, dinyatakan bahwa tak ada pekerjaan manusia yang akan mendapat gangguan syaitan yang lebih besar dan dahsyat daripada kegiatan bersama Quran. Godaan itu antara lain:

1. Waswas syaitan bagi pengajar Quran
Godaannya adalah “Berhentilah mengajar Quran karena kegiatan itu tidak menjanjikan kekayaan, melainkan hidup dalam kemiskinan!” Seakan-akan bahwa dengan mengajarkan Quran, maka manusia akan menjadi miskin dan jika meninggalkannya akan menjadi kaya. Bila tiap pengajar tunduk dengan waswas tersebut, akan hancurlah umat ini karena semakin sedikit generasi berikutnya yang mampu membaca Quran dengan baik dan benar.

Untuk mengatasinya, yakinilah bahwa pemberi rezeki sesungguhnya hanya Allah Swt, bukan manusia. Kemudian berpikirlah untuk mencari usaha yang halal, tanpa harus meninggalkan tugas mengajar Quran. Perlu dijaga kesinergian antara 2 hal tersebut karena sama pentingnya di sisi Allah Swt dan jika dipadukan insya Allah akan memberikan keberkahan.

2. Waswas syaitan bagi pembaca Quran
Godaannya adalah menunda-nunda bagian juz yang harus dibaca pada sebuah masa tertentu. Walaupun sudah mulai membaca, timbul waswas perasaan sudah terlalu lama bersama Quran atau tiba-tiba tidak dapat berkonsentrasi, atau harus segera menyelesaikan tugas-tugas yang lain. Demikian pula waswas seakan-akan tidak ada waktu untuk tilawah Quran.

Sebagai solusinya, carilah jawaban dari dalam diri sendiri, contohnya: Kita kecam diri sendiri: “Mengapa untuk kegiatan yang lain tersedia waktu yang cukup sedangkan untuk ber tilawah Quran tidak ada waktu?” Persoalan sesungguhnya sebenarnya bukanlah ada-tidaknya waktu, tetapi adakah kemauan dari dalam diri kita untuk menyempatkannya atau tidak? Bila tak mampu berkonsentrasi, berhentilah sejenak, tanyakan pada diri: “Sudah berapa lamakah kita ber- tilawah? Sudahkah kita merasa dinasehati oleh Allah dengan apa yang kita baca?” Jika belum, mulailah dengan konsentrasi baru dan memandang ayat-ayat Quran sebagai pesan langsung dari Allah Swt kepada kita yang harus dihayati, dan jika tidak melakukannya maka kita rugi besar. Sekian tahun rajin membaca Quran tetapi selama itu pula kita belum merasakan ruh dan nikmatnya Quran.

3. Waswas syaitan bagi penghafal Quran
Godaannya adalah bahwa aktivitas menghafal Quran ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Timbul rasa pesimis dalam menghafal. Sebetulnya hanya satu keinginan syaitan: “Berhentilah saat ini juga untuk menghafal Quran!”

Sebagai solusinya ialah kita tanyakan pada diri sendiri, “Apa motivasi yang terngiang saat dahulu mulai menghafal?” Beberapa motivasi yang mungkin menjadi jawaban antara lain:

– Ingin membersihkan kehidupan masa lalu yang kotor dan kelam penuh maksiat, kegiatan menghafal Quran menjadi bentuk taubatan nasuha kepada Allah Swt.

– Ingin mendalami agama Islam lebih jauh, sesuai ungkapan salafush shalih: “Tidak disebut seorang itu alim kecuali jika ia telah hafal Quran.”

– Ingin memanfaatkan masa remaja yang produktif dengan kegiatan yang dapat dikenang saat dewasa.

Segeralah bergaul dengan orang-orang yang sedang menghafal Quran agar tidak merasa sendiri dalam bermujahadah dan bersabar dengan Quran dan mengetahui bahwa begitu banyak orang yang lebih bersemangat dan tahan banting.

4. Waswas syaitan bagi orang yang memahami Quran
Godaannya adalah berpindah-pindah kegiatan. Saat membaca tasfir malah ingin tilawah dan demikian pula sebaliknya. Lalu menyepelekan kegiatan yang satu karena larut dalam kegiatan yang lain, misal meremehkan orang yang menghafal karena sedang mempelajari sebuah tafsir dan meyakini bahwa hanya dengan mempelajari tafsirlah metode interaksi yang paling baik dengan Quran.

Beberapa solusinya antara lain:
Sadarilah bahwa hakikat interaksi dengan Quran mencakup membaca, menghafal dan memahami, berniatlah membaca dan menghafal saat memahami Quran. Jangan remehkan orang yang membaca dan menghafal saat kita memahami Quran karena tiap kegiatan ada fadhillah-nya. Sadarilah bahwa hakikat berinteraksi dengan Quran adalah harus memiliki waktu-waktu yang terbagi secara baku. Misal dalam satu pekan tiap hari tilawah, tiap tiga hari sekali membaca tafsir dan sehari sepekan menghafal. Jika bisa istiqamah , niscaya akan dirasakan perkembangannya dari segi wawasan, keimanan, pemikiran dan mentalitas. Pasti akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan kegiatan berinteraksi dengan Quran dalam bentuk membacanya saja.

 

Dikutip dari buku 17 Motivasi Berinteraksi dengan Al-Qur’an, karya KH. ‘Abdul ‘Aziz ‘Abdu Rauf.

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

2 thoughts on “4 Macam Waswas Syaitan Pada Ahlul Quran

  1. Kak, tapi ada beberapa orang.. yang sepertinya dia jarang buat buka Quran, baca, bahkan hafal. Mungkin baca cuma sehari sekali aja atau bahkan jarang bacanya.. Tapi dia pinter, potensi nya bagus, orangnya luwes, solusi juga selalu ada jalan nya.. Itu gimana ya kak ? Kadang aku suka mikir kok enak banget jadi orang itu soalnya tanpa berlama lama sama quran dia hidup nya selalu senang.. mohon pencerahan nya ya kak..

    1. Kita tidak tahu, barangkali beliau menghabiskan malamnya dengan banyak munajat, membaca Quran, tafakkur, dll. Pun sekiranya belum begitu, maka kita doakan agar diri kita juga beliau bisa mendapatkan taufiq dari Allah untuk bisa senantiasa beruasaha membersamai Quran. Satu hal yang kita tidak pernah tahu, tidak bisa tahu dan tidak akan tahu: kita tidak tahu siapa saja di antara kita yang lebih Allah cintai, kita pun tidak akan bisa tahu siapa di antara kita yang memiliki akhir yang baik/buruk dalam hidup kita. Maka untuk itu, sikap tepat dari kita adalah, sambil terus memperbaiki diri kita ajak orang lain. Mulai dari lingkar terdekat kita. Mulai dari hal terkecil dan mendasar. Mulai saat ini. Semangat! Allahua’lam.. :)

Leave a Reply to Hanifa Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>