Kenyang dari Quran?

10 - Kalaulah hati itu bersih

Kalau perut kita masih penuh, kemudian kita tetap makan, maka kita akan mudah merasa kenyang. Begitu pula dengan hati. Kalau hati kita terlalu mudah ‘kenyang’ dari ayat-ayat Quran, maka kita perlu waspada. Jangan-jangan hati kita sudah dipenuhi hal-hal rendahan. sehingga Quran hanya mendapatkan jatah ruang sempit menyesakkan.

Kalau sedang merasa seperti itu, atau suatu saat nanti mengalami rasa seperti itu, mungkin kita audit apa saja yang sudah masuk ke dalam hati kita. Mana yang lebih banyak dilahap oleh indra kita–katakan saja mata dan telinga–kemudian dikunyah oleh kepala kita, kebaikan atau keburukan? Madu atau racun? Kalau kebanyakan yang dilahap oleh mata dan telinga kita adalah ‘sampah’, maka wajar saja kalau kemudian gunungan ‘sampah’ tersebut mempersempit ruang untuk ayat-ayat-Nya.

Maka dari itu, mari kita jaga asupan untuk hati kita. Pastikan yang masuk ke dalam hati melalui penglihatan, pendengaran, pikiran, dan bacaan bukanlah keburukan. Dalam waktu yang bersamaan, mari kita perbanyak asupan hati yang menyehatkan; dan salah satu yang nilai ‘gizi’-nya sangat tinggi adalah Quran.

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>