Lembah Kapuk Darussalam

BAYANGKAN…

Pukul 04.30 WIB

Jalan Kapuk mulai ramai

Ramai oleh para lelaki yang berduyun-duyun memenuhi masjid Al Hidayah

Tua, Muda, Dewasa, Anak-anak.,

Hingga shaf-shaf terisi penuh

Tak ada satu pun pemuda yang tersisa di rumah

Sholat shubuh sebanyak dua rakaat itu dihabiskan dalam waktu setengah jam, dengan bacaan Qur’an yang tartil dan merdu sang imam yang seorang hafizh Qur’an tak terasa telah memurojaah hafalan Qur’an sebanyak setengah juz dalam sholat shubuhnya. Diperdengarkan para makmum yang khusyuk dan begitu menikmati bacaan sang imam, beberapa ada yang tersedu.

Dilanjutkan dengan pembacaan almatsurat bersama. Tak ada yang beranjak pulang, semua menikmati indahnya berjamaah dalam ibadah. Kultum shubuh yang terkadang berisi shiroh, pembacaan hadits, tazkiyatun nafs, kisah inspiratif, menambah energi ruhiyah mereka. Siap memulai hari untuk bekerja, beramal sholeh, berdakwah, berjihad di jalanNYA, dengan masing-masing kafaah yang mereka miliki.

Pukul 06.00 WIB

Tidak ada yang tersisa di hati seorang Ibu di Kapuk, kecuali…

Kecuali rasa aman nyaman dan sejahterah.

Tak usah khawatir makan apa hari itu. Tak usah khawatir memikirkan tumpukan hutang karena sudah tak ada. Tak usah khawatir biaya berobat yang tiba-tiba diperlukan apabila sakit. Karena semua warga sudah terjamin kesejahteraannya. Berkat manajemen keuangan zakat di masjid Al Hidayah, semua warga tak usahkhawatir. Tak adalagi fakir.  Masjid menjadi pusat kehidupan warga. Warga dengan rizki berlebih rutin mempercayakan zakat penghasilannya dalam pengelolaan keuangan masjid yang berdampak nyata kepada seluruh elemen masyarakat Kapuk. Di kanan kiri masjid terdapat pusat kesehatan dimana warga bisa memeriksa kesehatan secara gratis, juga ada koperasi yang menjamin kesejahteraan semua warga yang menjadi anggotanya, dan terutama perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan yang tak pernah sepi pengunjung.

Pukul 07.00 WIB

Jalan Kapuk bukan hanya ramai, dengan orang yang lalu lalang siap melanjutkan hari, menambah amalan baru hari itu, tetapi…

Di kanan kiri jalanan, terdapat saung-saung yang berisikan tempat belajar terbuka. Dimana setiap pos terdapat anak-anak atau para remaja yang sibuk menuntut ilmu dengan pembelajaran langsung dari alam,  tempat diskusi-diskusi ilmiah, ada yang sibuk menciptakan inovasi, ada juga yang sibuk memikirkan kondisi bangsa dan membuat rumusan solusinya, ada yang fokus pada pembelajaran agamanya. Semua sibuk menuntut ilmu dengan minat dan kebutuhan masing-masing, selama ilmu itu bermanfaat.

Pukul 11.00 WIB Abang tukang parkir tak lagi kesepian karena…

Sibuk dengan Qur’annya, memurojaah hafalannya, tak lupa sembari menunaikan amanahnya sebagai tukang parkir. Setiap orang yang lewat menyapanya dengan salam dan jabatan hangat, seolah saudara yang lama tak jumpa, saudara yang dipersatukan dengan iman, entah mahasiswa, entah karyawan, entah pedagang. Ah, betapa indahnya bersaudara karena iman.

Pukul 17.00 WIB

Ibu-ibu tak cemas meskipun anaknya belum pulang, karena…

Anak-anaknya asyik  menuntut ilmu di Sahabat Qur’an..

Membersamai Qur’an,  Mempelajari tajwid, memurojaah hafalan, menambah hafalan baru, mempelajari kandungan-kandungan isi Qur’an. Semua asyik dengan Qur’annya. Beberapa ada yang sibuk berlari-lari sambil mulutnya menyenandungkan hafalan Qurannya. Guru-guru mereka yang juga masih berstatus mahasiswa di sekitar Depok atau khususnya santri IQF, ikut bersemangat menceritakan keutamaan mempelajari Qur’an, dan terutama mengamalkan apa yang telah dipelajari, karena Qur’an bukan sekedar ilmu, namun petunjuk untuk cara hidup yang diaplikasikan secara nyata dalam kehidupan.

Pukul 21.00 WIB

Selepas pintu rumah dibuka, seorang Bapak tiba-tiba menangis, memeluk istri, dan anak-anaknya. Pasalnya…

Kajian selepas Isya itu memberitahukannya bahwa iman tak sekedar berhubungan baik dengan ALLAH, namun bagaimana keimanan itu bisa bermanfaat tidak hanya untuk dirinya, namun terlebih orang di sekitarnya. Bagaimana keimanan itu harus bisa membuatnya berlaku lemah lembut terhadap istri dan anak, memenuhi kebutuhan mereka, tidak hanya nafkah tapi juga batin. Bagaimana keimanan itu menyadarkan kita bahwa semua yang kita lakukan di dunia akan diminta pertanggungjawabannya. Sekecil apa pun itu.

SELAMAT DATANG DI LEMBAH KAPUK DARUSSALAM 2040.,

BISMILLAH..

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>