Setia Bersama Quran

indonesia quran foundation
Ust. Hasan Zuhri, Lc. dan Ust. Bachtiar Nasir

 

Bismillahirrahmanirrahiim…

✨ SETIA BERSAMA QURAN ✨

Sebelum belajar dgn Quran. Kita harus beriman dulu kepada Quran. Kemudian miliki adab dgn Quran baru belajar membaca dan menghafalnya.

Ketika kita meletakkan Quran di depan kita, maka Quran akan membawa kita ke surga. Sebaliknya jika kita meletakkannya di belakang kita, maka Quran akan membawa kita ke neraka.

Dalam menghafal yg paling penting bukanlah banyaknya, namun yg paling penting adalah bagaimana kita selalu setia sampai mati utk bersama Quran.

Pandanglah Quran seperti Quran menamai dirinya. Misalnya nama Quran sebagai Al-Kitab, maka pandang Quran sebagai kitab yg di dalamnya terdapat ‘manual life’ sebagai petunjuk kita dalam menjalani kehidupan.

Seorang dikatakan hufazh tidak harus menghafal 30 juz. Dulu pada zaman Rasulullah SAW banyak sahabat yg meninggal sebelum menyelesaikan hafalan 30 Juz, namun mereka tetap disebut sebagai Hufazh. Karena Lifestyle mereka yg setia terhadap Quran & menjaga hafalan yg mereka miliki sampai mati.

“Hufazh artinya bukan Orang yg menghafal Quran melainkan orang yg menjaga hafalan Quran”.
Banyak alumni pesantren tahfizh yg gagal, karena mereka menyangka bahwa setelah hafal 30 juz sudah selesai.

Waktu utk murajaah harusnya lebih banyak daripada waktu utk menghafal. Harus ada konsistensi yg dibangun setiap saat utk senantiasa meluangkan waktu utk bersama Al-Quran, dijaga minimal 1 jam sehari dan tidak merasa terbebani saat menghafal.

Kita harus *mau menjaga keistiqamahan kita untuk bersama Quran* dan biar Allah yang akan menjaga hafalan kita.

*Mengimani Quran–> setia Bersama Quran –> Menjadi hafizh/ah* aamiin

Utk bisa setia berasama Quran, maka yg harus kita lakukan adalah :
1. Iman Qabla Quran, sebelum menghafal Al-Quran, kita beriman terlebih dulu kepada Quran, setelah itu miliki adab utk bersama Quran.
2. Ilmun minal kitab
Karena ilmu yg berasal dari wahyu Allah (Quran) adalah ilmu yg “Absolutely absolute”, artinya ilmu tersebut benarnya benar-benar benar
3. Istiqamah bersama Quran
Jika suatu hari kamu sibuk, kamu tidak sempat murajaah karena alasan ada ujian, kamu tidak sempat menghafal karena alasan sibuk organisasi.

Ketahuilah… sesungguhnya itu bukan karena kamu sibuk kamu tidak sempat membaca Quran. Tetapi
Karena kita tidak membaca Quran kita menjadi sibuk.
Karena tidak membaca Quran perasaan menjadi galau.
Karena tidak membaca Quran struktur atomistik kita menjadi tidak seimbang.

Justru setelah kita membaca Quran, kita menjadi tidak sibuk. Ketika kita tidak sempat membaca Quran di pagi hari sebelum beraktifitas ini berbahaya, karena keputusan yg kita ambil, langkah-langkah yg kita jalani tidak terbimbing dengan wahyu.

Wallahu a’lam bishshawab

Sepotong nasihat Ust. Bachtiar Nasir, dalam acara kunjungan @indonesiaquran ke @AQLislamiccenter, ditulis ulang oleh Narti

kunjungan indonesia quran foundation iqf ke AQL islamic center ust bachtiar nasir

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>