Adab-adab Penghafal Quran

adab penghafal quran

 

Kajian Tahfizh Smart 4

“Adab-adab Penghafal Quran”
Oleh: Ust. Nur Fajri Ramadhan
Kamis, 12 Mei 2016/6 Sya’ban 1437 H
Pukul 20.00-21.30 @Aula IQF

Mengapa orang yang menghafal Al-Quran beruntung? Karena kegiatan ini juga dilakukan oleh para sahabat. Dalam kegiatannya sehari-hari, mereka pun terus menghafal Al-Quran. Hingga akhir hayat mereka, tidak semua sahabat selesai menghafal 30 juz. Misalkan saja Khalid bin Walid, ia mengaku terus menghafal selain disibukkan dengan jihadnya.

Ciri umat nabi Muhammad menurut Ibnu Katsir yaitu menghafal Al-Quran. Seperti pada QS. Al Ankabut: 48-49.

3 cara menjaga Al-Quran:
1⃣. Tulisan: sudah dimulai sejak zaman Rasul. Lalu dibukukan pada zaman Utsman bin ‘Affan.
2⃣. Hafalan: sudah dimulai sejak zaman Rasul. Rasul merupakan orang yang memiliki hafalan yang sangat kuat. Salah satu buktinya yaitu beliau menghafal surat Al-An’am dalam waktu satu malam. Karena surat tersebut turun sekaligus.
3⃣. Suara: pertama kali direkam pada tahun 1973 di Arab oleh Syaikh Khalil.

Fungsi Al-Quran bukan hanya untuk dihafal, namun fungsi utamanya diamalkan. Bahkan Ibnu Mas’ud marah ketika tabi’in banyak yang hanya menghafal namun sedikit mengamalkan.

Rasul pun menjadi contoh terbaik dalam hal pengamalan Al-Quran. Aisyah r.a berkata bahwa Rasul itu seperti Al-Quran yang berjalan. Maksudnya beliau mengamalkan apa-apa yang ada di Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun adab-adab dalam menghafal Quran sebagai berikut:
1⃣. Ikhlas
Al-Ghazali berkata, siapa yang mengaku ikhlas, maka ia belum ikhlas. Karena ikhlas tidak bisa dibuktikan dengan perkataan namun diamalkan dengan perbuatan.
Dalam kitab Asy-Syar’iah, ciri orang ikhlas yaitu sama saja ketika mendapatkan pujian atau celaan dan sama saja ketika terlihat atau tidak terlihat oleh orang lain.
An-Nawawi dalam At-Tibyan: orang ikhlas hanya berfokus dengan Allah, tidak berfokus pada pendapat manusia.
2⃣. Istiqomah; yaitu dalam menghafal, muroja’ah, dan tilawah.
Semuanya harus dilakukan, tanpa bisa dikurangi salah satunya. Jika hilang salah satunya, maka tidak dikatakan istiqomah.
Abdullah bin Amr bin Ash pun dinasihati oleh Nabi, khatamkan Al-Quran dalam sebulan.
Mengenai tilawah di malam hari, Rasul SAW bercerita tentang kabilah Asy-‘Ariyyin. Beliau berkata, “Saya tidak tahu rumah kabilah Asy-‘Ariyyin, namun aku tahu setiap malam mereka selalu membaca Quran.”
Suatu malam, Rasul mendengar Abu Musa Al-Asy’ariy bertilawah, lalu pagi harinya Rasul memuji suaranya seperti seruling Nabi Daud. Maka Abu Musa berkata, “kalaulah aku tahu engkau sedang mendengarkan, tentu akan lebih aku baguskan lagi, ya Rasul.”
3⃣. Berlaku sopan santun terhadap Al-Quran sebagai Kalam Allah. Di antara cara berlaku sopan santun, yaitu:
a. Memegang Al-Quran dalam keadaan suci
b. Meletakkan Al-Quran di tempat yang terhormat
c. Menutup aurat ketika membacanya
d. Menghadap kiblat (meskipun hukum qiyas ulama terhadap ibadah sholat)
e. Membaca ta’awudz dan basmalah (kecuali At-Taubah)
f. Memperbagus tajwid (wajib) dan bacaannya (sunnah, sebagian ulama berbeda dalam hal batasannya). Mempelajari tajwid merupakan fardhu kifayah dan membacanya dengan tajwid merupakan fardhu ‘ain.
4⃣. Menghafalkan Al-Quran disertai dengan pemahaman dan pengamalan.
Menurut Ust. Muslih Abdul Karim, disebut meninggalkan Al-Quran jika tidak menerapkan salah satu dari: tahsin, tahfizh, tafsir, tatbiq, tabligh.
Nabi pun khawatir akan umatnya yang mengabaikan Al-Quran (QS. Al-Furqan: 30)
5⃣. Optimalkan waktu, usia, dan harta.

Jagalah shalat Witir. Karena pentingnya shalat witir ini, bahkan madzhab Hanafi mewajibkannya. Mereka pun banyak yang melaksanakannya setelah ba’diyah ‘Isya.

Manfaatkan waktu dengan murojaah dan bertafakur dari ayat-ayat Al-Quran. Imam Hasan Al-Banna selalu mengaitkan kejadian sehari-hari dengan ayat dalam Al-Quran.

❓Tanya Jawab
1⃣. Membaca Quran secara berjamaah dalam satu irama, bolehkah?
Jawab: Kalau untuk belajar, tidaklah mengapa. Karena untuk menyamakan irama tajwid. Namun kalau untuk ibadah, sebaiknya jangan. Imam An-Nawawi dalam kitab At-Tibyan pun melarang hal tersebut.
2⃣. Apa prioritas dari 3 hal istiqomah (menghafal, muroja’ah, tilawah)?
Jawab: Prioritas utama yaitu murojaah. Menghafal Al-Quran itu seperti mengikat unta. Maka ikatan yang kuat ibarat dengan terus memuroja’ahnya. Ulama sepakat menghafal Al-Quran bukan fardhu ‘ain melainkan fardhu kifayah. Tilawah Al-Quran hukumnya wajib namun tidak ditentukan kadarnya. Sedangkan muroja’ah hukumnya wajib, berdosa jika sengaja melupakan.
3⃣. Cara membedakan ikhlas dan motivasi?
Jawab: Niat->tekad kuat menjelang perbuatan. Motivasi->penguatan.
Jika alasan untuk mendapatkan dunia, berarti belum ikhlas. Namun jika alasannya untuk salah satu jalan ibadah, in syaa Allah tidak mengapa. Bahkan Al-Ghozali mengatakan, jika ada orang yang berkata dalam hatinya sudah ikhlas, maka tidak sempurna keihlasannya karena keikhlasan yang tahu hanya Allah.
4⃣. Bagaimana jika sudah hafal 30 juz, mengamalkan 3 hal istiqomah?
Jawab: Jika sudah sempurna hafalan 30 juz, bisa ditambahkan dengan menghafal dari riwayat yang lain, karena biasanya yang dihafal baru riwayat Imam Hafsh. Jadi dengan menghafal riwayat baru, tentu akan ada hafalan baru. Selain itu, bisa juga ditambah dengan menghafal hadits arba’in Imam Nawawi.
5⃣. Bagaimana kisah ustadz dalam menghafal?
Jawab: Tetap menghafal dan muroja’ah. Tantangannya yaitu ketika dalam muroja’ah harus disertai tajwidnya.
6⃣. Bagaimana dengan favorit hanya pada beberapa juz tertentu?
Jawab: Kita harus meyakini bahwa semua surat di Al-Quran merupakan satu kualitasnya. Dan juga saling berkaitan.
7⃣. Siapa tokoh favorit sahabat dalam menghafal?
Jawab: Abu Hurairah. Masuk Islam tahun 7 H, sehingga ia hanya talaqqi dengan Rasul kurang lebih 3-4 tahun. Ia banyak memuroja’ah di malam hari (setelah Isya). Rasul berpesan kepada beliau, shalatlah malam sebelum tidur. Ia juga dibekali ingatan yang luar biasa sehingga menempatkannya menjadi peringkat teratas dalam periwayat hadits Nabi SAW.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Indonesia Quran Foundation
“Membentuk Generasi Intelektual Penghafal Quran”
Web: www.iqf.or.id
Line: bit.ly/Line-IQF
IG: @IndonesiaQuran

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>