5 Bukti Kita Mencintai Quran

10 - Kalaulah hati itu bersih

Mencintai Quran sepenuh hati merupakan salah satu kunci agar kita mampu mentadabburi/ memahami ayat-ayatnya.

Apakah kamu benar-benar mencintai Quran?

Jika setiap muslim ditanya seperti ini, tentulah sebagian besar berkata iya. Namun, apakah kita benar-benar mencintai Quran? Apa saja bukti kita mencintai Quran? Berikut ini adalah lima ciri-ciri atau bukti bahwa kita mencintai Quran:

1. Bahagia ketika bertemu dengan Quran

Layaknya orang yang mencintai seseorang, tentu ia akan bahagia ketika ia bertemu dengan yang ia cintai tersebut. Maka sama halnya dengan Quran, ketika seseorang mencintai Quran maka ia akan bahagia dan gembira mana kala bertemu dengan Quran. Ia akan meluangkan waktunya secara khusus untuk Quran, bukan menyisakan waktu atau bahkan seinginnya saja.

2. Betah duduk berlama-lama bersama Quran tanpa bosan

Ini yang dicontohkan para sahabat juga orang-orang shalih terdahulu. Mereka tak pernah “kenyang” oleh Quran. Dikisahkan Ustman bin Affan pernah menghatamkan Quran dalam satu malam karena begitu tenggelamnya ia dalam kenikmatan berQuran sampai-sampai lupa waktu. Begitulah nikmatnya ketika seseorang telah merasakan lezatnya duduk bersama Quran.

“Kalaulah hati itu bersih, ia tidak akan pernah kenyang dari (membaca) Quran.”

-‘Utsman ibn ‘Affan

3. Kerinduan yang sangat ketika kita terhalang dari berinteraksi dengan Quran

Mungkin ada saatnya kita tidak selalu luang untuk dapat berinteraksi dengan Quran, mungkin mahasiswa atau pelajar sedang masa-masa ujian atau banyak tugas, atau mungkin pekerjaan sedang padat sampai melembur semalaman, atau sebagainya. Ini pun dialami juga oleh beberapa sahabat di antaranya Khalid bin Walid yang terhalangi untuk berinteraksi dengan Quran karena harus memimpin pasukan muslim untuk berjihad. Ketika pensiun dari posisinya sebagai panglima perang, Khalid pun begitu bersyukur dan menumpahkan kerinduannya terhadap Quran dengan begitu khusyuk namun tetap ikut berperang sebagai jundi.

Kalau Khalid terhalangi berinteraksi dengan Quran karena jihad, berhati-hatilah kita yang terhalangi berinteraksi dengan Quran karena jihaz (gadget). Jangan sampai kita terlenakan membuang-buang waktu kita yang begitu banyak untuk gadget kita lalu berkilah kita tidak punya waktu untuk Quran.

4. Lebih sering menceritakannya

Kalau kita sedang mencintai seseorang, tentu kita akan senang menceritakannya. Begitu juga dengan Quran, ketika kita mencinta Quran, kita akan sering membicarakannya, menyampaikan pesan-pesannya ke teman-teman dan saudara-saudara kita.

5. Menaatinya

Ketika kita mencintai Quran, artinya kita telah percaya sepenuhnya terhadap Quran. Kita percaya tuntunan Allah melalui Quran pasti akan membawa kita dalam kebaikan. Ketika kita mencintai Quran kita akan menaatinya, baik perintah maupun larangan. Inilah bukti cinta tertinggi, yaitu pada pengamalan.

Wallahu ‘alam bish-showab.

*Diambil dari kitab Attibyan fii Adaabi Halamatil Qur’an

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>