Belajar dari Kisah Abu Lahab

Sebab Turunnya Surah Al-Lahab

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW keluar menuju ke Lembah Batha, lalu menaiki bukit yang ada padanya dan berseru, “Awas ada musuh di pagi hari ini!“. Orang-orang Quraisy kemudian berkumpul kepadanya dan beliau bersabda: “Bagaimanakah pendapat kalian jika aku sampaikan berita kepada kalian bahwa musuh akan datang menyerang kalian di pagi atau petang hari, apakah kalian akan percaya kepadaku?” Mereka menjawab, “Ya.” Nabi SAW. bersabda, “Maka sesungguhnya aku memperingatkan kepada kalian akan datangnya azab yang keras.” Abu Lahab menanggapinya dengan berkata, “Celakalah kamu ini, karena inikah engkau mengumpulkan kami?”. Maka turunlah surah ini sebagai peringatan dari Allah SWT untuk Abu Lahab.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2) سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3) وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5)

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Abu Lahab adalah paman dari Rasulullah SAW yang memiliki nama asli Abdul Uzza bin Abdul Mutholib. Julukannya ialah Abu Utaibah. Orang-orang Quraisy menamainya Abu Lahab karena wajahnya yang bercahaya. Abu Lahab adalah orang yang paling banyak menyakiti Rasulullah. Setiap Rasul menyampaikan dakwah, Abu Lahab selalu menimpali dengan celaan. Ia sebenarnya mencintai Rasulullah, namun ia membenci apa yang dibawa oleh Rasul sehingga kecintaannya berubah menjadi kebencian. Allah mengabadikan kisah tentang penentangan Abu Lahab terhadap Islam dalam surah Al Lahab yang dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua.

Continue reading “Belajar dari Kisah Abu Lahab” »

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Benda-Benda Yang Diperselisihkan Kenajisannya

1. Mani: jumhur (najis) vs Syafi’i (tidak najis karena dianggap sebagai bahan baku manusia)

2. Khamr/segala yg memabukkan: jumhur (najis karena dalil Quran “rijsun”) vs Laits, Albani, Shan’ani, Syaukani (mengartikan “rijsun” tidak sama dengan najis, diharamkan khamr secara final di mana saat itu khamr disiram ke jalan tapi jalannya tidak disiram lagi)

3. Darah: Ijma’ (najis) vs Albani, Syaukani dan Ustaimin tidak najis karena sebagian sahabat terbunuh saat shalat dan keluar darahnya, tidak mengulangi shalatnya.

4. Muntah: fuqoha (najis karena hadist, nabi pernah puasa lalu muntah dan nabi berwudhu utk mensucikan) vs (tidak najis

5. Cairan wanita

6. Kotoran binatang yg halal di makan (tidak najis karena hadist Nabi pernah sholat di kandang kambing).

Bagaimana cara mensucikan dari benda-benda yg najis?

1. Pakaian terkena haidh (dikerik lalu dicuci)
2. Pakaian terkena kencing bayi (dipercikkan air untuk laki-laki,dan dicuci untuk perempuan)
3. Pakaian terkena madzi, dicuci bagian yang terkena dengan sedikit air.
4. ujung baju (ujung baju yang setelahnya sudah mensucikan)
5 bawah sandal (mengusapkan/menggosokkan di tanah)
6 bekas liur anjing (dicuci 7x salah satunya dengan tanah)
7 kulit bangkai (disamak diambil sisa dagingnya/lembapnya, diambil, dicuci, digarami, dijemur)
8 tanah kena kencing (kalo segera disiram, tapi jika kering maka sudah suci)
9 Mentega/Sumur (dikuras diambil bagian kotornya, selebihnya suci)

Allahu a’lam..

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Testimoni Buku MMPQ

“Kalau kamu ingin tahu bagaimana kedudukan mu di hadapan Allah, coba tengok bagaimana ‘kedudukan’-Nya dalam hati kita.”

Terkadang, atau bahkan selalu, kita mencipta alasan dan membangun dinding pembatas diri kita untuk memaksimalkan amal. Padahal amal ini adalah salah satu bentuk rasa syukur kita. Sibuk, tidak punya waktu luang, sudah terlalu “tua”, tidak mampu, adalah sekian dari banyak dinding-dinding yang kita bangun.

Allah dalam surat Thaha ayat 2, berfirman, “Kami tidak menurunkan Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah.” Kita sudah digaransi sama Allah kalau Quran itu memudahkan.

Dari buku ini, saya terkagum, bahwa “ternyata mereka bisa kok, kenapa saya engga”. Mereka mahasiswa biasa seperti kita dengan segala kepadatan aktivitasnya ternyata masih bisa menghafal Qur’an. Dan atas izin Allah, mereka meraih prestasi, berorganisasi, berwirausaha, konfrensi ke luar negeri, dan sebagainya. Jadi pertanyaan nya, kita tidak punya waktu luang atau yang tidak mau meluangkan waktu. Rumus nya; luangkanlah hati kita (untuk Quran), maka Allah akan meluangkan waktu kita.

Melalui buku Mahasiswa-Mahasiswa Penghafal Quran ini pula kita belajar dan menyimak bagaimana mereka ‘menemukan’ alQur’an, mempelajari dan mengkajinya, bagaimana menghafal, lika-liku tantangannya, pelajaran hikmah yang dirasakan, dan yang terpenting memotivasi kita juga untuk memulai menghafal al-Qur’an.

*Dikutip dari akun Instagram @hizzatullah ( M. Hanif Izzatullah)

Mau Pesan Buku MMPQ ini? Hubungi:

0858-9015-0620 (Whatsapp) atau inbox Instagram @indonesiaquran

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Menjaga Hafalan dengan Tasmi’

tasmi quran
Ayat demi ayat terdengar syahdu dari lisan mahasantri yang menjadi bintang tamu tasmi’ malam itu. Mahasantri yang lain menyimak dengan seksama setiap ayat yang dilantunkan. Ya, begitulah para mahasantri berusaha menjaga hafalannya. Melalui program tasmi’ yang dilaksanakan setiap hari Jumat ba’da Isya, mahasantri akan lebih termotivasi untuk terus memperbaiki dan memberikan performa hafalan terbaiknya.

Apa itu tasmi’? Tasmi’ adalah memperdengarkan hafalan Quran pada Juz yang telah ditentukan dan disimak oleh seluruh mahasantri, pengurus, dan musyrif/ah. Melalui program ini, mahasantri dilatih untuk terbiasa tampil di depan umum, memperkuat hafalan, serta terbiasa menyimak hafalan mahasantri lain.

Kamu juga bisa melakukan tasmi’ bersama teman-temanmu loh! Dimana pun kita berada, teruslah menjaga dan membersamai Al Quran.. Jangan sampai hilang ia dari ingatan :)

“Pelajari Kitab Allah (Al Quran), rawatlah dan berdendanglah dengannya, karena Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya sungguh Al Quran itu lebih mudah lepas dari pada unta yang dibelenggu.” (HR. An Nasai)

 

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Memaknai Tauhid Melalui Tafsir Surah Al Ikhlas

Sebab Turunnya dan Keutamaan Surah Al Ikhlas

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ubay bin Ka’abbahwa orang-orang Musyrik pernah berkata kepada Nabi, “Hai Muhammad, terangkanlah kepada kami nasab Rabbmu!” Maka Allah menurunkan surah ini menanggapi pernyataan tersebut.قل هو اللّه احد اللّه الصّمد لم يلد و لم يولد و لم يكن له كفوا احد artinya, “Katakanlah, Dia lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Rabb yang kepadanya bergantung segala urusan. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada satupun yang setara dengan-Nya.”

Salah satu keutamaan dari Surah Al Ikhlas adalah ia setara dengan isi 1/3 dari Al Quran (HR. Muslim). Para ulama menyebutkan bahwa kandungan Al Quran dibagi ke dalam 3 aspek , yaitu 1) Aqidah, 2) Ibadah, dan 3) Mu’amalah. Surah Al Ikhlas mencakup 1/3 dari inti daripada Al Quran, yaitu mengenai Aqidah Islam seorang Muslim. Meskipun demikian, apabila kita membaca surah ini bukan berarti sama saja dengan kita telah membaca 1/3 dari Al Quran, melainkan kita telah membaca surah yang kandungan maknanya mewakili 1/3 dari kandungan Al Quran, yaitu mengenai aqidah, mengesakan Allah semata.

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus seseorang pada suatu pasukan. Kemudian ia membaca surah dalam shalat pada para sahabatnya dan ia selalu tutup dengan surah Al Ikhlas. Ketika kembali, mereka menceritakan perihal orang tadi kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun berkata, “Tanyakan padanya, kenapa ia melakukan seperti itu?” Mereka pun bertanya pada orang tadi, ia pun berkata, “Karena di dalam surat Al Ikhlas terdapat sifat Ar Rahman (sifat Allah) dan aku pun suka membaca surat tersebut.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Katakan padanya bahwa Allah mencintainya.” Hadits ini merupakan salah satu hadits yang menunjukkan keutamaan dari Surah Al Ikhlas, bahwasanya siapa yang mencintai surah ini, Allah pun mencintainya.

Continue reading “Memaknai Tauhid Melalui Tafsir Surah Al Ikhlas” »

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More