WhatsApp Image 2017-03-10 at 10.22.36 AM

Sabar

Berikut adalah rangkuman kultum Riyadhus Sholihin bab Sabar  pada hari Rabu, 8 Maret 2017 yang disampaikan oleh ustadz Jihad ketika para santri beserta ustadz dan ustadzah menyelesaikan jamaah subuh dan membaca Al-Ma’tsurat berjamaah.

Hadits 32: Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: مَا لِعَبْدِي الْمُؤْمِنِ عِنْدِيْ جَزاَءٌ إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ إِلاَّ الْجَنَّةَ.

“Allah Ta’ala berfirman: ‘Tidak ada balasan yang pantas bagi hamba-Ku yang beriman, apabila Aku mengambil (mewafatkan) orang yang dicintainya kemudian ia mengharap pahala dari musibahnya tersebut, melainkan surgalah (balasan) baginya.” [HR. Al-Bukhari no. 6424]

* Merupakan musibah dan ujian terbesar yang dihadapi seseorang yaitu ketika kehilangan orang yang dicintainya.
* Bagi orang yang bersabar maka baginya ganjaran yang besar pula yaitu surga.
* Yang dikatakan sabar adalah ketika diawal ditimpanya musibah. Sebagaimana hadits nabi :

الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ اْلأُوْلَى.

“Sabar itu adalah pada goncangan yang pertama.” [HR. Al-Bukhari no. 1283 dan Muslim no. 926 (14)]

 

Hadits 33

وعن عائشة رضي الله عنها أنها سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الطاعون فأخبرها أنه كان عذابا يبعثه الله تعالى على من يشاء فجعله الله تعالى رحمة للمؤمنين فليس من عبد يقع في الطاعون فيمكث في بلده صابرا محتسبا يعلم أنه لا يصيبه إلا ما كتب الله له إلا كان له مثل أجر الشهيد رواه البخاري
Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah tentang Tha’un. Beliau menjawab bahwa Tha’un adalah siksa yang diturunkan Allah kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Juga sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Orang yang ditimpa Tha’un, lalu ia menetap di daerahnya dengan sabar dan ikhlas, dan ia menyadari bahwa tidak ada yang akan menimpanya, kecuali yang sudah ditentukan oleh Allah, maka orang itu akan mendapatkan pahala sebagaimana yang diterima oleh orang yang mati syahid. (HR. Bukhari)

* Tho’un adalah bisul yang sangat menyakitkan yang biasa muncul di sekitar ketiak, sekelilingnya hitam dan diikuti jantung yang berdebar dan muntah-muntah (lihat syarh Riyadhus Sholihin karya Syaikh Salim ibn ‘ied Al-hilali)
* Tho’un merupakan penyakit dan adzab bagi orang-orang terdahulu.
* Namun, merupakan bentuk Rahmat dari Allah bagi kaum muslimin yang bersabar.

Kesedihan, kesusahan dan rasa sakit dapat membuahkan pahala jika orang yang ditimpa bersabar. Dan kekhususan ini hanya berlaku bagi orang yang beriman. Sebagaimana sabda nabi :

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ.

“Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin itu, sesungguhnya seluruh perkaranya adalah baik baginya dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali oleh orang mukmin. Jika diberi sesuatu yang menggembirakan, ia bersyukur, maka hal itu merupakan kebaikan baginya, dan apabila ia ditimpa suatu keburukan (musibah) ia bersabar, maka hal itu juga baik baginya.” [HR. Muslim no. 2999]

* Orang yang meninggal karena tha’un dalam keadaan bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah, maka pahalanya seperti orang yang mati syahid.
* Orang yang meninggal karena tha’un jasad nya tetap diurus seperti jenazah pada umumnya, dimandikan, dikafani, dll. Tidak seperti orang yang syahid.
* Bagi orang yang terkena tha’un hendaknya ia bersabar dan tidak keluar dari daerahnya agar tidak menyebar wabah penyakitnya. Begitu pula orang yang sehat hendaknya ia tidak memasuki daerah yang terkena wabah tha’un.
* Karantina sudah ada pada sejak zaman Islam.

 

Temukan notulensi kajian lainnya di link berikut ini:

Tafsir Surat Al-Bayyinah Ayat 1-5

Syarat Menjadi Imam Shalat

Siapa yang Lebih Berhak Menjadi Imam

Tugas dan Wewenang Imam

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Menjaga Hafalan dengan Tasmi’

tasmi quran
Ayat demi ayat terdengar syahdu dari lisan mahasantri yang menjadi bintang tamu tasmi’ malam itu. Mahasantri yang lain menyimak dengan seksama setiap ayat yang dilantunkan. Ya, begitulah para mahasantri berusaha menjaga hafalannya. Melalui program tasmi’ yang dilaksanakan setiap hari Jumat ba’da Isya, mahasantri akan lebih termotivasi untuk terus memperbaiki dan memberikan performa hafalan terbaiknya.

Apa itu tasmi’? Tasmi’ adalah memperdengarkan hafalan Quran pada Juz yang telah ditentukan dan disimak oleh seluruh mahasantri, pengurus, dan musyrif/ah. Melalui program ini, mahasantri dilatih untuk terbiasa tampil di depan umum, memperkuat hafalan, serta terbiasa menyimak hafalan mahasantri lain.

Kamu juga bisa melakukan tasmi’ bersama teman-temanmu loh! Dimana pun kita berada, teruslah menjaga dan membersamai Al Quran.. Jangan sampai hilang ia dari ingatan :)

“Pelajari Kitab Allah (Al Quran), rawatlah dan berdendanglah dengannya, karena Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya sungguh Al Quran itu lebih mudah lepas dari pada unta yang dibelenggu.” (HR. An Nasai)

 

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More