Siapa kah orang-orang pilihan Allah dalam Alquran?

Penulis : Admin   |   2020-02-14 21:04:18


Berbicara tentang pilihan Allah sudah dipastikan setiap muslim di dunia ingin menjadi orang orang pilihan Allah SWT, akan tetapi pernahkah terfikirkan bahwa jikalau kata pilihan tersebut mempunyai makna tersaring yaitu ada nya syarat bahkan kriteria yang harus di penuhi untuk menjadi pilihan yang terbaik yang nanti akan di pilih Allah SWT. Pernahkah mendengar atau melihat firman Allah yang bermakna “Kemudian Kami memberikan al-Qur’an (setelah binasanya umat-umat) kepada orang-orang yang kami pilih dari umat Muhammad” ?, ya ayat tersebut terdapat dalam surat fatir ayat 32.

Yang artinya : Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

Tafsir al muyassar menerangkan penafsiran surat fatir ayat 32 tersebut bahwa “kemudian kami memberi umat Muhammad yang kami pilih diatas umat umat lain nya Alquran, diantara mereka ada yang mendzolimi diri mereka sendiri dengan melakukan hal-hal yang haram dan meninggalkan kewajiban-kewajiban, di antara mereka ada yang pertengahan dengan melakukan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang haram disertai meninggalkan sebagian hal-hal yang dianjurkan, di antara mereka ada orang yang berlomba dalam kebaikan-kebaikan dengan izin Allah, hal itu dengan menjalankan kewajiban-kewajiban dan hal-hal yang dianjurkan, meninggalkan hal-hal yang diharamkan dan yang dimakruhkan. Yang demikian itu, yakni pemilihan umat ini dan pemberian Al-Qur`?n kepada mereka adalah karunia besar yang tidak tertandingi oleh karunia manapun.

Dari firman tersebut ada poin yang menegaskan bahwa kita umat akhir zaman umat nabi Muhammad SAW adalah umat yang dipilih oleh allah dengan alquran, akan tetapi allah juga menegaskan ada pembagian orang orang yang mereka pertama mendozlimi diri mereka sendiri dengan melakukan kemaksiatan terus menerus tanpa meyadari bahwa pertolongan allah itu dekat, dan ada juga beberapa orang yang mereka melakukan amal kebajikan tetapi sembari melakukan kemaksiatan seperti di ibaratkan mereka di satu sisi bagus meninggalkan perkara haram seperti hamr akan tetapi mereka melakukan perkara yang dilarang oleh allah swt seperti zina berkhalwat dll, dan ada pun kriteria yang terkahir adalah kriteria yang paling bagus yaitu orang orang yang berlomba akan kebaikan atas izin Allah, mereka melakukan kewajiban yang Allah perintahkan dan meninggalkan perkara perkara haram maupun makruh, sungguh luar biasa kriteria yang terakhir.

Dari firman Allah diatas sudahkah terketuk hati kita dan bermuhasabah diri dengan keadaan kita yang sekarang ada di kriteria dan fase yang mana ? apakah yang pertama ? yang kedua atau yang terakhir ? semua jawaban kembali kedalam benak kita masing masing, namun tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik, Allah SWT selalu membuka pintu rahmat, maghfiroh dan hidayah Nya bagi siapa yang ingin menjemput dan mendapatkan nya. Dalam Alquran Allah menekankan dalam surat albaqoroh ayat 186 yang artinya “dan apabila hamba hambaku bertanya kepadamu tentang ku maka jawab lah bahwasanya aku itu dekat, aku mengabulkan permohonan orang orang yang berdoa kepadaku, dari firman tersebut telah jelas bahwa Allah sudah memberikan penjelasan bahwa sesungguh nya Dia itu dekat, dan senang bila hamba nya mengadahkan tangan untuk berdoa.

Seorang ulama tasawuf dari mesir yaitu imam dzun nain al misri menyebutkan bahwa ada 4 ciri hamba hamba pilihan Allah SWT yaitu :

  1. Apabila iya sedang dalam keadaan sendiri dia tetap melakukan amal sholih dan meninggalkan perkara yang dilarang oleh Allah, karena yang dicari adalah ridha Allah bukan makhluk, dia beribadah hanya karena Allah dan tidak ada riya dalam hatinya.

  2. Tetap suka memberi atau berbagi walau dalam kondisi yang terbatas, karena sifat dermawan itu dimulai bukan karena dimulai dalam keadaan kaya, melainkan karena kebiasaan baik yang mulai di bentuk sejak lama meski keadaan terbatas

  3. Tidak suka popularitas serta tidak ambisi dalam meraih kedudukan. Karena kedua perkara ini merupakan fitnah yang sangat berbahaya dan telah membinasakan banyak orang. Barang siapa yang telah masuk kepada kedua hal ini (popularitas dan rakus kepada jabatan), sangat kecil kemungkinan untuk selamat.

  4. Pujian dan celaan sama saja, di puji tidak terbang di cela tidak tumbang, Seorang yang baik tidak akan menjadi buruk karena dihina, dan orang yang buruk tidak akan menjadi baik karena dipuji. Kemulian seorang hamba hanya ditentukan oleh kadar ketaqwaannya kepada Allah.

Banyak perkara Perkara yang dapat kita pelajari untuk menjadi hamba hamba pilihan Allah dari mulai mengamalkan surat fatir ayat 32 yang dimana terdapat di kriteria yang terakhir yaitu adalah orang melakukan kewajiban ibadah dan meninggalkan perkara perkara haram maupun makruh serta perkara subhat, dan ketika kita tetap beribadah meski tidak ada manusia yang melihat nya serta dermawan, tidak suka berambisi dalam meraih kedudukan dunia, biasa saja jika di puji tidak marah bila dicela dan masih banyak yang lainya.

 

Rizal Aziz Alfarizi - Mahasiswa SEBI 2018


Berikan Komentar


Komentar

Artikel Kami




Program Kami


1
2020-01-31 16:39:43
2
2019-01-24 08:47:34
3
2019-01-23 23:41:59