Tips Menghafal Quran untuk Millenial

Penulis : Admin   |   2020-03-15 07:13:06


Ditawarkan kepada penghafal al-Quran, “Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Quran ketika di dunia. Karena kedudukanmu di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

Pernah menonton tayangan “Hafidz Indonesia” di salah satu stasiun televisi swasta? Ya, jika kita menyaksikan sosok Musa, Ahmad, dan Kamil yang dalam usia dini telah berhasil menghafal Al-Quran dengan sangat mutqin (kokoh), pasti akan ada rasa malu dan sedih yang menghampiri sebagian dari kita karena ternyata masih kalah dengan bocah cilik dalam urusan berinteraksi dengan Al-Quran. 

Padahal jika kita tahu, begitu banyak karunia yang Allah berikan kepada para penghafal quran. Salah satu keutamaannya ialah seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits, 

Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca. (HR. Turmudzi)

Sudahkah kau tergoda untuk menghafal kalam-Nya yang agung? Lantas jika sudah, ketika realita mengatakan bahwa kau tidak semuda dahulu untuk menghafal, apakah hal ini terlambat bagimu?

Dengan tegas kukatakan padamu : TIDAK. Tiada kata terlambat untuk sebuah kebaikan. Ingatlah kisah seorang sahabat nabi yang bernama Amr bin Uqaisy. Ia yang termasuk ke dalam golongan paling terakhir memeluk Islam dari kaumnya, ternyata bisa masuk surga karena sekali mengikuti jihad dalam sebuah peperangan meskipun pada kenyataannya ia belum pernah menunaikan shalat sekalipun karena langsung menuju medan perang setelah mendapat hidayah.

Jadi, bersyukurlah ketika kita telah mendapatkan hidayah dari-Nya untuk menghafalkan kalam-Nya. Tidak banyak yang mampu bertahan di jalan tersebut. Jalan yang penuh dengan peluh dan air mata. Ya, air mata perjuangan dan kebahagiaan tentunya. Kelak, air mata tersebut Allah ganti dengan kenikmatan dunia dan akhirat yang tiada terputus.

Sekarang, apakah kau sudah siap untuk menempuh perjalanan panjang yang penuh dengan liku ini? Tak perlu khawatir, berikut merupakan tips-tips yang insya Allah dapat membantu kelancaran generasi millenial dalam menghafal Al-Quran :

1. Niat yang lurus dan terus diperbaharui. Sesungguhnya, tiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang diniatkannya. Sungguh disayangkan, jika kita menghafal Quran hanya karena melaksanakan kewajiban menyetor di sekolah atau kampus yang diikuti. Sungguh rugi, jika kita menghafal Quran hanya karena ingin mendapatkan kedudukan di dunia atau kehormatan dari manusia. Sungguh menggelikan, jika kita menghafal Quran hanya karena ingin mendapatkan seorang wanita ataupun laki-laki sebagai jodoh kita. Sungguh, setan tak akan pernah lelah untuk menggoda manusia dari sisi manapun (QS.7:17). Maka, perbaharuilah selalu niat kita di awal, pertengahan, maupun akhir. Niat yang ikhlas dan kokohlah yang akan mampu membuat kita istiqomah berada dalam jalan yang penuh dengan kemuliaan ini.

2. Perhatikan adab dan akhlak dalam berquran. Al-Iman Qabla Al-Quran. Betapa banyak para penghafal quran yang lalai dalam hal ini, termasuk saya. Seringkali ayat-ayat Quran yang kita hafal menjadi hilang keberkahannya karena tak memperhatikan etika berinteraksi dengan Al-Quran. Mulai dari berwudhu sebelum membaca, menghadap kiblat, ta’zhim terhadap guru, dan lain-lain. Sebagai rekomendasi, kita bisa membaca kitab “At-Tibyan fii Adabi Hamalatil Quran” karya Imam An-Nawawi terlebih dahulu sebelum menghafal Quran.

3. Baca tafsir, terjemah, lalu tadabburi ayatnya. Inilah salah satu urgensi mempelajari bahasa Arab. Seperti dengan menguasai mufradat, nahwu, dan shorof, kita akan menjadi lebih mudah untuk memahami makna yang terkandung dalam sebuah ayat. Jika kita memang benar-benar pemula, maka bisa dengan menggunakan Quran terjemah per kata terlebih dahulu. Pahami maknanya secara garis besar atau umum lalu renungkan secara mendalam. Ingatlah, betapa banyak ayat yang terasa hambar dan tak membekas pada jiwa penghafal quran karena tidak meresapi makna yang terkandung di dalamnya. Sebagai rekomendasi aplikasi tafsir, kita dapat mendownload “Learn Quran Tafsir” di playstore. Berbagai macam referensi tafsir dapat kita temukan di sana hanya dengan sekali klik. 

4. Rajinlah mendengar audio murottal dari reciter yang kita sukai. Dilansir laman Durham University, sebagian besar lagu akan terus hadir dan teringat, karena irama dari lagu tersebut. Irama yang unik, berbeda, namun bertempo cepat, biasanya lebih mudah menempel di otak. Termasuk irama yang tercipta dari suara para syaikh dan imam besar dalam melantunkan Al-Quran. Ir. Abdud Daud Al-Khalil, seorang hafizh Quran yang juga seorang peneliti Islam pun menyarankan kita untuk rutin mendengarkan audio Quran, sekalipun saat sedang tidur. Riset-riset terbaru terhadap organ otak dalam ilmu tidur menjelaskan bahwa otak tidak berhenti bekerja meski dalam keadaan tidur. Sebaliknya, otak melakukan pekarjaan penyimpanan informasi yang dipelajarinya pada siang hari. Informasi-informasi ini disimpan pada malam hari.

5. Gunakan satu mushaf saja dan jangan berganti-ganti. Mata kita akan merekam apa yang biasa kita lihat. Dengan konsisten menggunakan satu mushaf, kita akan lebih mudah mengingat letak ayat maupun nomor dan halamannya. Sebaiknya, gunakan mushaf pojok yang terdiri dari 15 baris tiap halamannya. 

6. Bergurulah. Kehadiran guru, muhaffizh, musyrif, ataupun ustadz/ah sangatlah penting untuk menunjang proses kita dalam menghafal. Merekalah yang akan menerima setoran kita, membenarkan bacaan kita yang salah atau keliru, serta memotivasi kita dengan ilmu dan nasihatnya yang menggugah semangat kita dalam berquran. Jika memang terbatas dalam budget atau biaya, tak perlu khawatir karena Ustadz Yusuf Mansur—semoga Allah SWT. merahmatinya—telah menginisiasi layanan DQ Call, sehingga kita bisa belajar tajwid ataupun menyetorkan hafalan kita secara gratis melalui telepon kepada CS yang juga merupakan penghafal quran. 

7. Setor langsung hafalan baru kepada Allah saat tahajud.  “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS. Al-Muzammil : 6)
Sesuatu yang berkesan pasti akan lebih mudah tersimpan dalam memori otak kita. Maka, mari kita biasakan diri untuk bangun di sepertiga malam dan membaca ayat yang dihafal pada hari itu saat shalat tahajud. Jika memungkinkan, jahr (keraskan) suara saat shalat malam. Selain karena hal tersebut merupakan sunnah, suara yang keras akan lebih mudah masuk dan terekam di dalam otak. 

8. Selingi kegiatan menghafal dengan bermain quranic games. Tak dapat dipungkiri, sebagai manusia yang imannya tidak sekokoh Rasul maupun para sahabat, sewaktu-waktu kita pasti akan mengalami kejenuhan di tengah menghafal. Maka, selingilah kegiatan menghafal dengan melakukan hiburan atau aktivitas lain yang menunjang hafalan kita, seperti menulis ayat quran ataupun bermain kuis seputar Al-Quran bersama teman atau keluarga. Sebagai rekomendasi aplikasi quranic games yang menarik, kita dapat mendownload aplikasi “Be Hafizh” di playstore. Terdapat berbagai macam kuis atau tebak-tebakan seputar ayat quran yang kita pilih. Dengan berbagai model pertanyaan yang tersedia, aplikasi ini akan dapat membantu memutqinkan serta menguatkan hafalan kita.

9. Beri reward dan punishment pada diri sendiri. Tetapkan target hafalan dalam sehari, buat time limit, dan tentukan reward. Pastikan target kita tiap harinya measurable. Sebagai contoh, dulu saya pernah menargetkan 4 halaman dalam satu hari. Time limitnya adalah adzan magrib. Saya berjanji tidak akan main Hp dan makan catering sore sebelum menyelesaikan target saya hari itu. Bayangkan saja, reward (catering sore dengan menu penggugah selera) sudah menanti di depan mata saya. Akhirnya, saya jadi terpacu dan berhasil menyelesaikan target tepat pada deadline (adzan magrib). Cobalah sekali-kali untuk menchallenge diri kita. Sebuah penelitian mengatakan bahwa potensi tersembunyi manusia terkadang baru keluar di saat-saat genting atau tertantang.

10. Jaga amalan-amalan sunnah dan perbanyak doa. Tiga amalan sunnah yang utama dan sebaiknya tidak ditinggalkan oleh penghafal quran ialah sholat tahajud, sholat dhuha, dan puasa sunnah (Senin-Kamis + Ayyamul Bidh atau Daud). Tiga momen tersebut merupakan kesempatan emas untuk diijabahnya doa kita. Sebagai manusia yang imannya senantiasa naik-turun, hendaknya kita selalu memohon kepada Allah agar diberi kelapangan hati beserta keistiqomahan agar dapat senantiasa menikmati waktu kita bersama Al-Quran.

Bismillah, biidznillah, insya Allah dengan cara-cara di atas kita akan menjadi lebih mudah dalam menghafalkan kalamullah.  Semoga kita semua senantiasa diberi taufiq dan hidayah oleh-Nya untuk istiqomah berada di jalan-Nya.. Semangat dan selamat menikmati QT (Quran Time)!


Maryam Kamila


Berikan Komentar


Komentar

Artikel Kami




Program Kami


1
2020-01-31 16:39:43
2
2019-01-24 08:47:34
3
2019-01-23 23:41:59