Berbangsa Satu, Bangsa Tak Bersepatu

Penulis : Admin   |   2020-04-13 20:42:01


Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia

Kami potra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia

Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

.

Mereka bilang berjuang sendiri itu berat

Ya, memang benar faktanya

Negeri yang dahulu penuh lara 

Kinipun beralih penuh palapa

 

Merekalah tulang punggung pergerakan

Gelora api yang memicu kepedulian

Berdiri kokoh menjadi garda terdepan

Dengan tekad membangun persatuan

.

Sepatu: alas berpijak, alas pijakan.

Menjaga dari berpijak di tempat yang salah, tempat yang berbahaya dan bisa melukai kaki.

Kaki luka, kemudian bisa roboh.

 

Kasus berseteru karena agama.

Kasus mengabaikan nilai agama sendiri dengan alasan toleransi.

 

Toleransi berpegang pada apa yang telah kita sepakati sejak dahulu: dasar negara kita, Pancasila.

Berarti harus berjalan sesuai dengan pancasila.

 

Oke, sumpah pemuda ada sebelum Pancasila lahir, tapi semangat sumpah pemuda harus dimasukkan dalam pengaplikasian Pancasila yang telah kita sepakati.

.

Satu peluru hanya dapat menembus satu kepala, tetapi satu tulisan dapat menembus 1000 kepala.” - Sayyid Qutb-

 

Sembilan puluh satu tahun silam pada tanggal 28 Oktober, melalui Kongres Pemuda II telah lahir ikrar yang kini menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda Indonesia, yaitu Sumpah Pemuda. Lahirnya sumpah pemuda merupakan pematik api semangat pemuda dalam membangun persatuan Indonesia. Ikrar yang diucapkan oleh pemuda seperti M. Yamin, Sugondo Djojopuspito, Amir Syarifudin, Johannes Leimene, dan W.R Supratman akan terkenang sepanjang sejarah. Pasalnya, dalam ikrar tersebut terkandung muatan nilai-nilai positif yang perlu diteladani oleh pemuda saat ini. Di tengah maraknya perkembangan zaman, nilai persatuan di kalangan pemuda mulai terkikis perlahan. Oleh sebab itu, dalam momentum memperingati sumpah pemuda ini menjadikan tolak panjat agar kikisan-kikisan yang terbentuk kembali utuh.

Sumpah pemuda identik dengan segelintir pemuda yang berkontribusi dalam bergerak dan mengawal berdirinya suatu bangsa. Sosok pemuda berperan penting terkait masalah peradaban, tak luput juga mengenai sejarah bangkitnya peradaban Islam. Di tengah kehidupan dunia yang semakin berdinamika, inilah saat yang tepat bagi para pemuda Islam untuk menggaungkan kembali kobaran semangat yang tidak hanya berorientasi pada dunia, namun juga akhirat. Di manapun berada, pemuda Islam yang berpegang teguh pada syariat akan tetap bersinar di tengah kegelapan. Jika dahulu Islam pernah mencapai kejayaannya, maka saat inilah waktu yang tepat untuk menghadirkannya kembali. Jika saat ini kita masih belum berhasil memancarkan cahaya yang terang benderang, setidaknya kita telah berusaha, berjuang, dan berdoa.

Berlian di manapun akan tetap menjadi berlian. Sekalipun di kubangan lumpur, berlian tetaplah berlian.”

 

Halaqoh Khadijah - Tahfizh Smart 8


Berikan Komentar


Komentar

Artikel Kami




Program Kami


1
2020-01-31 16:39:43
2
2019-01-24 08:47:34
3
2019-01-23 23:41:59