Pluralisme Agama Bukan Toleransi

Penulis : Admin   |   2020-07-18 21:21:09


Pendahuluan

Sebagai bagian dari teologi liberal paham pluralisme agama menawarkan toleransi antar umat beragama akan tetapi paham ini ternyata malah menimbulkan masalah baru bagi agama-agama hal tersebut karena pluralisme agama mengandung paham relativisme kebenaran, dengan paham ini masing-masing agama tidak boleh mengklaim dirinya paling benar karena semua agama adalah benar. Dengan menyatakan bahwa semua agama benar para pengusung pluralisme agama berharap tidak ada lagi agama yang mengklaim sebagai pemilik kebenaran hakiki, karena pada hakikatnya agama itu merupakan hasil dari berbagai perasaan dan pengalaman keberagaman manusia sehingga setiap agama yang ada di dunia ini mengandung kebenaran ilahi. itu pendapat mereka yang menganut Pluralisme agama.

Istilah "pluralisme agama" ini berasal dari bahasa inggris, yaitu "religious pluralism" dengan mengamati makna nya di kamus, dapat di tangkap kesan bahwa istilah ini merujuk pada sebuah sistem yang mengakui keragaman kelompok, baik yang bercorak, ras, suku, aliran partai dengan tetap menjunjung tinggi aspek aspek perbedaan yang karakteristik diantara kelompok tersebut. Akan tetapi pada prakteknya nya yang terjadi justru sebalik nya, dimana kekuatan sekuler justru menekan agama agama di balik tameng pluralisme.

ketika sebuah agama tidak boleh mengklaim dirinya paling benar tentunya ini menjadi sebuah masalah baru karena nilai eksklusivitas suatu agama tidak bisa dinafikan menanggapi paham ini.

 

Masalah Pluralisme

Dalam Fatwa MUI No. 7/MUNAS VII/MUI/11/2005, MUI telah mengharamkan paham pluralisme agama. MUI memutuskan beberapa point dibawah ini.

1. Pluralisme, sekularisme dan liberalisme agama sebagaimana dimaksud pada pertama adalah paham yang bertentangan dengan ajaran agama islam.

2. Umat islam haram mengikuti paham pluralisme, sekularisme dan liberalisme agama.

3. Dalam masalah aqidah dan ibadah, umat islam wajib bersikap eksklusif, dalam arti haram mencampur adukan aqidah dan ibadah umat islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk agama lain.

4. Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama), dalam masalah sosial yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan.

paham pluralisme agama terdiri dari dua aliran besar yaitu teologi global dan kesatuan transenden agama-agama yang pertama dicetuskan oleh John hick dan wilfred cantwell Smith sedangkan yang kedua oleh frithjof schuon.

pertama yaitu teologi Global berambisi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi proyek globalisasi Barat. pendekatan yang dipakai aliran teologi Global terhadap agama-agama awalnya bersifat sosiologis kultural dan ideologis bersifat sosiologis dan kultural karena agama-agama yang ada di dunia harus disesuaikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat modern yang plural. ideologi Sebab ia telah menjadi bagian dari program gerakan globalisasi yang jelas-jelas memasarkan ideologi Barat.

akibatnya gerakan globalisasi yang datang bersama dengan kapitalisme ini malah membawa kekuatan baru yang menghapus otoritas agama politik militer dan sumber kekuatan lainnya. karena kenyataannya gerakan globalisasi ini telah membawa ideologi baru yang bertujuan agar semua menjadi terbuka dan bebas menerima Ideologi dan nilai-nilai Kebudayaan Barat seperti demokrasi hak asasi manusia, feminisme/gender, liberalisme dan sekularisme.

doktrin pluralisme agama ini kini disebarkan ke dalam wacana pemikiran Islam pengikut pertama doktrin teologi global dalam Islam adalah Hasan Askari, sedangkan pengikut doktrin kesatuan transenden agama-agama adalah S.H Nasr namun pencetusnya sendiri schuon yang dulunya Yahudi itu konon telah masuk Islam dan tetap pluralis. Schuon bilang pemahaman pluralisme agama bagi dia meskipun agama agama mempunyai tuhan teologi dan ajaran yang berbeda agama agama itu tetap menyatu dan memiliki tuhan yang sama, menurut dia. di Indonesia juga terdapat ada beberapa tokoh yang mempopulerkan pemahaman pluralisme agama yang membahayakan ini yaitu Harun Nasution, Nurcholis Madjid, dan Ahmad wahib.

Pluralitas agama kultur dan budaya adalah sunnatullah tapi pluralisme adalah doktrin peradaban barat yang mencoba membangun persamaan dari perbedaan dan bahkan cenderung menghilangkannya. sumber utamanya adalah filsafat relativisme nietzche, ketika doktrin di luar gereja tidak ada keselamatan tidak dapat dipertahankan lagi maka para teolog Kristen membuat kreasi teologis yang disebut dengan teori inklusif di mana yang artinya semua agama selamat dalam pelukan Kristen namun gereja masih dianggap belum maju jika belum sesuai dengan doktrin relativisme sini tersebut. Orang-orang seperti John hick dan para pemikir Kristen pakar teori konservatif kemudian urutkan menjadi upaya pelaburan perbedaan yang disebut dengan doktrin inklusivisme agama yang satunya dalam konteks konteks pluralisme agama mengakui kebenaran yang lain. Ide inilah yang kemudian berubah menjadi pluralisme klaim-klaim kebenaran agama sendiri itu diharamkan pokoknya semua harus mengakui kebenaran semua tidak ada agama yang benar pada agama lain sebab kebenaran itu relatif yang absolut hanya Tuhan.

Jika cara berpikir seperti itu diterapkan kedalam sejarah pemikiran peradaban Islam tentu Islam bertentangan dengan makna pluralisme. Seperti itu surat-surat nabi shallallahu alaihi wasallam yang mengajak raja Romawi Persia Ethiopia dan lain-lain untuk masuk Islam bertentangan dengan doktrin pluralisme. jika doktrin pluralisme agama harus mengakui kebenaran agama lain dan Islam hanya mengakui Islam saja yang paling mulia disisi Allah maka Islam adalah agama eksklusif secara teologi.

 

Bantahan Persepktif Islam terhadap Pluralisme

Jikalau kita melihat firman Allah subhanahu wa ta'ala sudah jelas ada ayat yang membantah terkait masalah pluralisme. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman barang siapa mencari agama selain agama Islam maka sekali-kali tidak akan diterima agama itu darinya Dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (QS. Ali Imran ayat 85). Dan jika pluralisme diartikan sebagai pengakuan kebenaran agama lain Islam menolak pluralisme, logikanya jika Islam mengakui kebenaran agama lain mengapa Islam mengajak agama lain masuk islam menurut (surat an-nahl ayat 125) mengapa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sendiri mengirim surat meminta raja Romawi heraclius, raja Persia raja najasyi untuk masuk islam itu suatu pertanyaan yang di mana sebenarnya sudah cukup membuktikan dari segi logika bahwa Islam menolak pluralisme agama.

Target pluralisme adalah agama dan kepercayaan, di antara pendukung paham pluralisme adalah peter ludwig berger, seorang sosiolog Amerika dan juga teolog Lutheran. Dia menyatakan bahwa sekularisasi telah gagal, sebab praktek keagamaan ternyata justru bertambah subur dan desekularisasi malah dominan oleh karena itu sebagai ganti nya penyebaran paham pluralisme.

 

Kalimat kalimat yang Mengandung Unsur Pluralisme

Pernahkan diantara kita mendengar sebuah kalimat terlontarkan seperti contoh : "semua agama baik ko ga ada bedanya", "tenang aja nanti kita semua masuk surga apapun agamanya yang penting berbuat baik", "tuhan itu memang satu tapi cara menyembah nya Berbeda beda tiap agama". Kalimat kalimat tersebut biasanya yang dikira mengandung toleransi padahal makna nya menyelisihi syariat. Di alquran banyak ayat yang membantah terkait hal tersebut seperti yang di jelaskan di atas salah satu nya surat ali imron ayat 85 yang artinya " dan barang siapa mencari agama agama selain agama islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang orang yang merugi.”

 

Napak tilas sejarah toleransi dalam Perspektif Islam

Islam bukan anti toleransi antara agama atau terhadap budaya sekitar ranah dakwah nya, tapi islam itu berpegang teguh pada Aqidah yang berlandaskan alquran dan assunnah, karena jikalau aqidah nya saja sudah tumbang atau rusak maka pemikiran nya terhadap agama nya akan kacau. Jikalau kita melihat sejarah Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam, kita akan menemukan kisah tentang islam mengajarkan toleransi yang dibenarkan oleh ajaran Islam.

Dalam alquran di surat ali imron ayat 20, alkafirun 2-6 menunjukan bahwa Islam adalah eksklusif tapi tidak memaksa manusia untuk mengikutinya. An nahl ayat 125 juga menunjukan cara cara beradab dalam berdakwah, yaitu tidak ada kekerasan dan paksaan ataupun tipu daya. Dan masih banyak lagi ayat ayat toleransi dalam Alquran.

Pada periode kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab, umat islam menguasai yarussalem tanpa peperangan. Umat islam datang dan menguasai tanpa menghancurkan. Islam malah menjadi penengah pertikaian antara sekte sekte Kristen yang sering terjadi didalam Kanisah Al Qiyamah. Dalam sejarah nya yarussalem mengalami kehidupan keagamaan yang paling damai ketika dibawah kekuasaan Islam. Islam, Kristen dan Yahudi hidup berdampingan secara damai.

Di Cordova umat Islam juga hidup damai dengan orang orang Kristen dan Yahudi. Tapi sesudah kerajaan bani Umayyah jatuh, orang orang kristen mengusir umat Islam. Demikian pula ketika Islam masuk ke persia, kekaisaran disana sangat lemah, sehingga kedatangan Islam memberikan solusi bagi persoalan politik disana. Pada tahun 700-an ketika Qutaibah bin Muslim menjabat Gubernur Khurasan, ia dengan damai meluaskan kawasan Muslim ke Bukhara, Samarqand, dan ke timur hingga mencapai perbatasan cina.

Dalam catatan sejarah Cina periode dinasti tang (713-742), misalnya, tertulis begini : "mereka (orang orang Islam) datang ke pusat kerajaan bagaikan banjir, dan membawa hadiah kitab suci yang disimpan di ruangan tersendiri di dalam istana. Kitab itu dipandang sebagai standar dan sumber hukum yang di pandang suci. Sejak masa ini, ajaran ajaran agama di negeri asing ini menjadi bercampur dengan ajaran ajaran agama pribumi dan di praktekan dalam kehidupan rakyat secara terbuka di seluruh wilayah Imperium Tang".

Orientalis pakar sejarah asal Perancis, Du halde, mencatat bahwa orang Islam menetap di Cina selama lebih 6 abad tidak ada kegiatan dakwah yang mencolok, kecuali hubungan perkawinan. Mereka adalah saudagar kaya yang menyantuni anak kaum penyembah api yang miskin. Ketika terjadi kelaparan di chantong, mereka menyantuni lebih dari 10000 anak miskin sehingga ketika anak-anak itu dewasa mereka menjadi muslim semua itu berjalan tanpa paksaan dan masyarakat tidak merasa keberatan pada tahun 1323 sampai 1328 anak timur Khan cucu Kubilay Khan bernama Ananda ada yang gantikan ayahnya dan masuk Islam dan lalu membangun masjid di Peking

Begitulah meskipun Islam adalah agama misi, tapi ia tetap berpegang pada prinsip la ikraha fiddin ( tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam ). Peperangan memang terjadi antara bala tentara Islam dan daerah yang dimasuki mereka namun Islam tidak memerangi penganut agama lain agar mereka masuk Islam. Islam adalah agama yang memberi rahmat bagi penduduk alam semesta. Ini tidak berarti bahwa Islam mengakui kebenaran agama apapun di seluruh dunia. Rahmat Islam terdapat pada ajaran-ajaran yang universal yang sesuai dengan fitrah manusia

Menurut Ibnu Taimiyyah, Allah menurunkan fitrah pada alam dan pada manusia, dan melengkapi kedua fitrah itu dengan fitrah yang diturunkan (fitrah munazzalah) yakni Alqur'an. Dan pada ketiga fitrah itu Allah meletakan ayat ayat, yaitu ayat qauliyyah dan ayat nafsiyyah.

Rahmat Islam adalah kekayaan konsep-konsepnya yang mencerminkan sebuah pandangan hidup didalamnya terdapat ruang-ruang bagi ilmu pengetahuan etika estetika logika metafisika sains teknologi, teologi, dan sebagainya Karena itulah maka konsep-konsep asing dapat terakomodasi dalam peradaban Islam sehingga islam dapat dengan mudah memanfaatkan konsep konsep Islam bagi kepentingan kebudayaan mereka.

 

Problem Pluralisme bagi agama agama

Pandangan Nasrani

Tokoh sekaliber Paus Yohanes Paulus II, telah mengeluarkan sebuah dekrit yang disebut dekrit “Dominus Jesus” pada tahun 2000 untuk menolak pluralisme agama. Dekrit ini menyatakan secara tegas penolakan Gereja Katolik terhadap paham pluralisme agama sekaligus mempertegas kembali bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya pengantar keselamatan Tuhan dan tidak ada orang yang bisa ke bapak selain melalui Yesus.

seorang agamawan Katolik Indonesia Frans magnis Suseno menilai bahwa tawaran toleransi yang ada pada pluralisme agama adalah sebuah sikap yang menghina meskipun bermaksud baik. Bagi Suseno toleransi bukanlah asimilasi agama baik melainkan format penuh identitas masing-masing yang tidak sama.

Dari kalangan Protestan Indonesia Seorang pendeta di gereja Kristen injili Indonesia bernama Dr. Stevri I. Lumintang terlihat sangat geram dengan berkembangnya paham pluralisme agama ini. Ia kemudian menerbitkan buku yang berjudul "Theologia Abu-Abu Tantangan Dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini". Baginya, pluralisme adalah agama bentuk teologi baru yang merupakan integrasi dari berbagai warna kebenaran dari semua agama, filsafat, dan budaya yang ada di dunia. Alkitab dipakai hanya sebagai salah satu sumber itupun dianggap sebagai mitos. Dan bukan hitam dan juga bukan putih bukan teologi Kristen bukan juga teologi salah satu agama yang ada di dunia ini. Namun teologi ini sedang meracuni baik agama Kristen maupun semua agama dengan cara mencabut dan membuang unsur-unsur Absolut yang diklaim oleh masing-masing agama inti.

teologi abu-abu merupakan penyangkalan terhadap intisari atau jati diri semua agama yang ada. Karena perjuangan mereka membangun teologi abu-abu harus dimulai dari usaha untuk menghancurkan batu sandungan yang menghalangi perwujudan teologi mereka batu sandungan utama yang harus mereka hancurkan atau paling tidak yang harus digulingkan ialah selain keabsolutan dan ke finalitas and kebenaran yang ada di masing-masing agama di dalam konteks kekristenan mereka harus menghancurkan keyakinan dan pengajaran tentang Yesus Kristus sebagai pernyataan Allah yang final.

Selain itu ada Poltak YP Sibarani dan Bernard Jody A Siregar yang juga menerbitkan karya menolak pluralisme agama. Karya tersebut berjudul beriman dan berilmu panduan pendidikan agama Kristen untuk mahasiswa. Di dalam buku tersebut mereka menjelaskan bahwa pluralisme agama berbahaya karena akan menciptakan polarisasi Iman artinya keimanan atas suatu agama yang diyakini dapat memudar dengan sendirinya tanpa intervensi pihak lain.

Demikian setidaknya respon penolakan terhadap pluralisme agama dari kalangan Nasrani para agamawan Kristiani baik Katolik atau Protestan beranggapan bahwa pluralisme agama adalah penghinaan dan distorsi bagi Agama Kristus dan ajaran nya.

Pandangan Hindu

salah satu buku yang secara keras membantah paham pluralisme agama berjudul semua agama tidak sama, terbitan media Hindu tahun 2006 . Buku ini berisi kumpulan tulisan sejumlah tokoh dan cendekiawan Hindu secara tajam mengupas mengkritisi paham pluralisme agama yang biasanya dengan sederhana diungkapkan dengan ungkapan semua agama adalah sama buku ini diberi pengantar oleh para Sida Hindu Dharma Indonesia yang merupakan induk umat Hindu di Indonesia.

editor buku ini Ngakan Made Madrasuta pada kata pengantarnya menjelaskan bahwa yang sering dikutip dari ajaran Hindu terkait paham pluralisme agama adalah isi dari bhagawad Gita IV:11 "jalan mana pun yang kutempuh manusia kearah ku semuanya aku terima". Padahal yang dimaksud Jalan dalam Bhagawadgita tersebut adalah 4 Yoga yaitu karma yoga jnana yoga Bhakti Yoga dan Raja Yoga semua Yoga ini ada di dalam agama Hindu dan tidak ada di dalam agama lain agama Hindu menyediakan banyak jalan bukan hanya satu bagi bagi pemeluknya sesuai dengan kemampuan dan kecenderungannya.

keterangan Madura Sutra sangat tepat karena jika dilihat dari syarat dan cara keselamatan yang ada pada agama agama yang ada semuanya berbeda dalam agama Hindu. Yoga merupakan cara untuk selamat dalam Yoga ini manusia akan merahi moksa kebebasan mutlak dan keluar dari karma dan Samsara pada saat itulah manusia dapat menyatukan diri dengan Brahma.

Oleh karena itu terdapat perbedaan nyata dalam agama Hindu mengenai jalan keselamatan dan tidak boleh disamakan dengan agama agama lain. Sehingga tepat jika Dr Frank gaetano Morales seorang cendekiawan Hindu juga mengecam keras orang-orang Hindu yang menyamakan agamanya dengan agama lain. Menurutnya pernyataan bahwa semua agama adalah sama merupakan doktrin yang sama sekali tidak dikenal dalam agama Hindu tradisional. Morales menyimpulkan bahwa gagasan universalisme radikal (pluralisme agama) yang dikembangkan oleh sementara kalangan Hindu adalah sangat merugikan agama Hindu sendiri seseorang yang memiliki pemikiran bahwa semua agama adalah sama sebenarnya tanpa sadar telah menghianati kemuliaan dan integritas dari warisan agama Hindu.

 

Penutup

Jadi dapat kita simpulkan bahwa ketika ada orang yang beranggapan bahwa pluralisme agama adalah suatu toleransi di suatu negara itu adalah suatu kesalahan. Karena pada hakikatnya jika kita melihat secara rinci detail dari pemahaman antara agama masing-masing yang di mana ketika pemahaman pluralisme bilang berbicara semua agama itu sama-sama ataupun Satu Tuhan, semua agama yang penting jadi nantinya masuk surga itu adalah suatu kesalahan Karena sudah jelas keterangan di atas bahwa agama memiliki prinsip yang masing-masing dan kalau menurut kita yang menganut ajaran agama Islam bahwa telah jelas la ikroha fiddin. hanyalah keselamatan agama Islam lah yang bisa mengantarkan kepada surganya dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan dipertegas lagi menurut ajaran Islam sudah jelas bahwa kita diajarkan tauhid aqidah berpegang pada Alquran dan Sunnah.

sudah jelas Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengabadikan di dalam Alquran Surat Ali Imron ayat 85 yaitu "barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam maka sekali-kali tidak akan diterima agama itu darinya Dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi". menurut Hamka orang yang menyatakan bahwa semua agama adalah sama Sebenarnya dia sendiri tidak beragama jika ini makna pluralisme yang dimaksud kelompok keluar 1000 maka fatwa MUI Indonesia Sungguh benar adanya bahwa pluralisme agama haram.

 

Rizal Aziz Alfarizi - Mahasiswa SEBI 2018

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Referensi

  1. Alquran
  2. Buku Islam liberal 101
  3. Buku Misykat
  4. Jurnal Gontor UNIDA

Berikan Komentar


Komentar

Artikel Kami


1
2020-07-18 21:21:09
2
2020-07-25 20:04:25
Pendaftaran Tahfizh Smart 9 sudah dibuka


Program Kami


1
2020-07-15 20:11:12
2
2020-07-15 20:10:35
3
2020-07-15 20:04:11