Sinopsis Buku MMPQ

buku mmpq

 

Sibuk. Tidak punya waktu luang. Kata-kata itulah yang sering terucap saat kita merasa susah dalam menemukan waktu untuk mempelajari, mengkaji juga menghafal Quran. Akan tetapi, bukankah Allah telah berfirman, “Kami tidak menurunkan 2 ini kepadamu agar kamu menjadi susah.” (QS. Thaha: 2)

Maka, yang kemudian menjadi pertanyaan adalah apakah kita benar-benar tidak punya waktu luang?

“Luangkanlah hatimu (untuk Quran), maka Allah akan meluangkan waktumu!”

Itulah rumus canggih yang digunakan oleh mahasiswa-mahasiswa penghafal Quran ini. Mereka mahasiswa biasa dengan segala aktivitas akademiknya. Continue reading “Sinopsis Buku MMPQ” »

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Quran Time

1a

Menghafal Quran adalah sebuah proses. Tidak perlu berputus asa, apalagi berputus asa sebelum memulai.

Sehari semalam, dua puluh empat jam, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk kebaikan? Berapa banyak waktu yang kita sediakan untuk berinteraksi dengan-Nya? Berapa lama kita bercengkerama dengan Quran? Terkadang kita lupa, hidup ini hanya sementara saja, hanya sekadar singgah sebentar saja. Jika besok atau hari ini Allah berkenan memanggil kita, bekal apakah yang telah kita siapkan untuk menghadap-Nya? Kita telah diberikan anugerah kehidupan, anugerah waktu, dan terutama sekali diberikan kenikmatan yang sangat besar, berupa nikmat beriman dan ber-Islam. Tidak semua manusia mendapatkan anugerah tersebut. Lalu, bagaimana cara kita mengolah rasa syukur atas kenikmatan yang terlampau besar tersebut? Continue reading “Quran Time” »

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Renungan

What is the most important in your life?

Harta?Jabatan? Pekerjaan? Eksistensi diri? Orang yang dicintai? Keluarga?

Dalam hidup, akan ada hal yang paling kita prioritaskan. Akan ada hal yang mati-matian kita pertahankan. Akan ada pengorbanan-pengorbanan untuk sebuah pilihan yang kita tentukan.

Dan semua tergantung di sisi mana kau dudukkan semua prioritas hidupmu di hatimu. Jika kau dudukkan harta memenuhi sudut hatimu, semua yang kau lakukan akan senantiasa berkutat untuknya. Setiap aktivitas yang kau lakukan akan kau hitung secara matematis untung dan rugi, dan kemudian kau kalkulasikan ke dalam rupiah demi rupiah yang mungkin bisa kau dapatkan.

Jika kau dudukkan jabatan dan pekerjaan menuhi sudut hatimu, kau akan terus menerus berfikir tentang pekerjaan. Baik yang sudah kau lakukan maupun yang belum kau lakukan. Kau akan sibuk memikirkan berbagai cara untuk meraih jabatan yang paling kau inginkan. Dengan cara yang mungkin tidak ahsan.

Jika kau dudukkan eksistensi diri sebagai hal paling penting dalam hidupmu, kau akan sibuk mencari cara supaya orang mengenalmu. Semua kebaikan yang kau lakukan semata supaya orang tahu keberadaanmu. Membuktiikan keakuan. Bahwa saya orang hebat. Bisa bermanfaat untuk orang banyak. Tak menyadari bahwa amalan dan lelahmu justru bernilai sia-sia karenanya.

Jika kau dudukkan orang yang kau cintai memenuhi seluruh hatimu, kau tak peduli jika orang itu mengajakmu bermaksiat. Melakukan aktivitas-aktivitas yang belum tentu ada kebaikan. Yang mungkin menjauhkanmu dari surgaNya.

Kau sudah merasa cukup baik di hadapanNya. Merasa cukup dengan amalan ibadahmu yang sekedarnya kau lakukan. Merasa sudah cukup baik di hadapanNya.

Kau lupa. Bahwa Allah Maha Mengetahui. Tahu betul isi hatimu. Apa yang kau prioritaskan dalam hidupmu. Apa yang memenuhi sudut hatimu. Lisanmu mungkin mengatakan demi ridhaNya. Tapi Allah sungguh Maha Mengetahui semua lintasan dalam pikiranmu. Semua detail isi pikiranmu. Persentase kau mengalokasikan dirimu untuk mengingatNya.

 Kalau mau tahu kedudukanmu di sisi Allah, tengoklah bagaimana kedudukan Allah dalam hatimu. Benarkah kau memenuhi sudut hatimu, isi pikiranmu, untuk mengingatNya? Melakukan sesuatu murni karenaNya? Bersedia mengorbankan apa pun demi ridhaNya?

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More