5 Bukti Kita Mencintai Quran

10 - Kalaulah hati itu bersih

Mencintai Quran sepenuh hati merupakan salah satu kunci agar kita mampu mentadabburi/ memahami ayat-ayatnya.

Apakah kamu benar-benar mencintai Quran?

Jika setiap muslim ditanya seperti ini, tentulah sebagian besar berkata iya. Namun, apakah kita benar-benar mencintai Quran? Apa saja bukti kita mencintai Quran? Berikut ini adalah lima ciri-ciri atau bukti bahwa kita mencintai Quran: Continue reading “5 Bukti Kita Mencintai Quran” »

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Teman di Saat Galau

12976962_1085134254861307_7002343391538027781_o

 

Galau??

Apa yang menemanimu di saat kamu sedang galau?
Apakah masih musik-musik yang membawamu dalam suasana makin galau?
Apakah media sosial buat stalking-stalking orang dan membuat makin galau?
Apakah masih game yang membawa kita dalam fantasi yang membuat waktu kita terbuang percuma?

Kenapa tidak Quran? ✨✨

Padahal Allah telah berfirman di dalam kitab-Nya, bahwa tidak ada keraguan padanya dan petunjuk bagi mereka yang bertakwa (Al-Baqarah : 2).
Allah memberi petunjuk kepada kita semua melalui Quran.
Allah berfirman dalam kitab-Nya,
“Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (Ar Ra’du : 28).
Dan salah satu cara mengingat Allah adalah dengan membaca kitab-Nya.

Kamu sedang galau sekarang? Duduklah dan bacalah Quran :)
“Ya Allah, jadikanlah Quran sebagai musim semi (penyejuk) hatiku, menulis kebingungan serta kesedihanku, cahaya bagi pikiranku, teman setia dalam kesepianku, dan pemberitahuan syafaat di hari perjumpaaan dengan-Mu”

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Setia Bersama Quran

indonesia quran foundation
Ust. Hasan Zuhri, Lc. dan Ust. Bachtiar Nasir

 

Bismillahirrahmanirrahiim…

✨ SETIA BERSAMA QURAN ✨

Sebelum belajar dgn Quran. Kita harus beriman dulu kepada Quran. Kemudian miliki adab dgn Quran baru belajar membaca dan menghafalnya.

Ketika kita meletakkan Quran di depan kita, maka Quran akan membawa kita ke surga. Sebaliknya jika kita meletakkannya di belakang kita, maka Quran akan membawa kita ke neraka.

Dalam menghafal yg paling penting bukanlah banyaknya, namun yg paling penting adalah bagaimana kita selalu setia sampai mati utk bersama Quran. Continue reading “Setia Bersama Quran” »

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Sinopsis Buku MMPQ

buku mmpq

 

Sibuk. Tidak punya waktu luang. Kata-kata itulah yang sering terucap saat kita merasa susah dalam menemukan waktu untuk mempelajari, mengkaji juga menghafal Quran. Akan tetapi, bukankah Allah telah berfirman, “Kami tidak menurunkan 2 ini kepadamu agar kamu menjadi susah.” (QS. Thaha: 2)

Maka, yang kemudian menjadi pertanyaan adalah apakah kita benar-benar tidak punya waktu luang?

“Luangkanlah hatimu (untuk Quran), maka Allah akan meluangkan waktumu!”

Itulah rumus canggih yang digunakan oleh mahasiswa-mahasiswa penghafal Quran ini. Mereka mahasiswa biasa dengan segala aktivitas akademiknya. Continue reading “Sinopsis Buku MMPQ” »

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Quran Time

1a

Menghafal Quran adalah sebuah proses. Tidak perlu berputus asa, apalagi berputus asa sebelum memulai.

Sehari semalam, dua puluh empat jam, berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk kebaikan? Berapa banyak waktu yang kita sediakan untuk berinteraksi dengan-Nya? Berapa lama kita bercengkerama dengan Quran? Terkadang kita lupa, hidup ini hanya sementara saja, hanya sekadar singgah sebentar saja. Jika besok atau hari ini Allah berkenan memanggil kita, bekal apakah yang telah kita siapkan untuk menghadap-Nya? Kita telah diberikan anugerah kehidupan, anugerah waktu, dan terutama sekali diberikan kenikmatan yang sangat besar, berupa nikmat beriman dan ber-Islam. Tidak semua manusia mendapatkan anugerah tersebut. Lalu, bagaimana cara kita mengolah rasa syukur atas kenikmatan yang terlampau besar tersebut? Continue reading “Quran Time” »

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

large

Tentang Kuliah, Organisasi, dan Hafalan

“Quran tidak akan mau diduakan, ia sendirilah yang akan menyeleksi siapa yang berhak bersanding dengannya.”

Aku adalah salah satu mahasiswa Arsitektur Interior UI 2011, dengan latar belakang keluarga yang biasa-biasa saja. Bukan keluarga penghafal Quran, juga bukan keluarga ‘dakwah’. Aku juga tidak pernah mengecap pendidikan pesantren dan belum pernah mengikuti program Tahfizh mana pun. Namun, entah mengapa di daftar 100 mimpi saat menjadi mahasiswa baru UI, aku menulis yang salah satunya: Ingin hafal sekian juz saat wisuda. Saat itu belum terpikirkan bagaimana dan apa saja toolsnya, aku hanya pada sampai di niat, ingin melakukan suatu ibadah rutin selama menjadi mahasiswa. Continue reading “Tentang Kuliah, Organisasi, dan Hafalan” »

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More

Renungan

What is the most important in your life?

Harta?Jabatan? Pekerjaan? Eksistensi diri? Orang yang dicintai? Keluarga?

Dalam hidup, akan ada hal yang paling kita prioritaskan. Akan ada hal yang mati-matian kita pertahankan. Akan ada pengorbanan-pengorbanan untuk sebuah pilihan yang kita tentukan.

Dan semua tergantung di sisi mana kau dudukkan semua prioritas hidupmu di hatimu. Jika kau dudukkan harta memenuhi sudut hatimu, semua yang kau lakukan akan senantiasa berkutat untuknya. Setiap aktivitas yang kau lakukan akan kau hitung secara matematis untung dan rugi, dan kemudian kau kalkulasikan ke dalam rupiah demi rupiah yang mungkin bisa kau dapatkan.

Jika kau dudukkan jabatan dan pekerjaan menuhi sudut hatimu, kau akan terus menerus berfikir tentang pekerjaan. Baik yang sudah kau lakukan maupun yang belum kau lakukan. Kau akan sibuk memikirkan berbagai cara untuk meraih jabatan yang paling kau inginkan. Dengan cara yang mungkin tidak ahsan.

Jika kau dudukkan eksistensi diri sebagai hal paling penting dalam hidupmu, kau akan sibuk mencari cara supaya orang mengenalmu. Semua kebaikan yang kau lakukan semata supaya orang tahu keberadaanmu. Membuktiikan keakuan. Bahwa saya orang hebat. Bisa bermanfaat untuk orang banyak. Tak menyadari bahwa amalan dan lelahmu justru bernilai sia-sia karenanya.

Jika kau dudukkan orang yang kau cintai memenuhi seluruh hatimu, kau tak peduli jika orang itu mengajakmu bermaksiat. Melakukan aktivitas-aktivitas yang belum tentu ada kebaikan. Yang mungkin menjauhkanmu dari surgaNya.

Kau sudah merasa cukup baik di hadapanNya. Merasa cukup dengan amalan ibadahmu yang sekedarnya kau lakukan. Merasa sudah cukup baik di hadapanNya.

Kau lupa. Bahwa Allah Maha Mengetahui. Tahu betul isi hatimu. Apa yang kau prioritaskan dalam hidupmu. Apa yang memenuhi sudut hatimu. Lisanmu mungkin mengatakan demi ridhaNya. Tapi Allah sungguh Maha Mengetahui semua lintasan dalam pikiranmu. Semua detail isi pikiranmu. Persentase kau mengalokasikan dirimu untuk mengingatNya.

 Kalau mau tahu kedudukanmu di sisi Allah, tengoklah bagaimana kedudukan Allah dalam hatimu. Benarkah kau memenuhi sudut hatimu, isi pikiranmu, untuk mengingatNya? Melakukan sesuatu murni karenaNya? Bersedia mengorbankan apa pun demi ridhaNya?

Facebooktwittergoogle_pluspinterestlinkedintumblrmail

Read More