BERANILAH! ALLAH BERSAMAMU

Banyak hal yang dikhawatirkan sebelum kita memulai sesuatu yang baru.

Orang-orang berebut memberi masukan, dengan dalih agar kita mempersiapkan berbagai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Namun kita seringkali menjadikan kemungkinan” Itu adalah suatu kepastian sehingga takut untuk memulai. Takut untuk kembali mewujudkan impian yang lahir dari kegelisahan.

Pagi-petang kita sibuk menemui orang-orang untuk mengharapkan kalimat-kalimat penguat. Tapi luput untuk membuka lembaran-lembaran ayat atau merendahkan diri dengan rukuk dan sujud di malam pekat.

Siang-Malam kita sibuk merancang rencana sedetail mungkin, tapi luput menyisihkan beberapa persen harta untuk masuk ke kotak infaq.

Dan atas detik-detik yang selalu mengejar, kita masih tersungkur ketakutan akan ragam kemungkinan buruk yang akan terjadi.

Wahai! Bukankah Baginda Nabi telah menghibur sahabatnya yang amat setia, bahwa sesungguhnya Allah bersama kita, maka janganlah bersedih! Janganlah takut!

Namun bagaimana mungkin hati akan terpaut bersama Ilahi jika siang-malam enggan sekali kita membuka Kitab Suci?

Namun bagaimana mungkin ide cemerlang jernih mengalir jika pikiran kita dicecoki dengan kemilau dunia dan aneka pesona palsunya?

Namun bagaimana mungkin bantuan dan uluran tangan akan terjalin jika digit rupiah masih dipertahankan dan tak dibersihkan bagiannya?

Percayalah, seluruh ketakutan dan kesedihanmu akan lenyap jikalau hati berpaut pada Illahi Rabbi. Maka mendekatlah dan merunduklah. Merendahlah dan tersungkurlah.

Hingga sirna sudah ketakutanmu atas apa-apa yang belum terjadi. Hingga bias sudah segala kekhawatiranmu atas omongan-omongan yang tiada arti. Hingga menyala kembali impianmu yang masih dianggap remeh kanan dan kiri.

Beranilah! Allah bersamamu!